Mgr. Hironimus Pakaenoni Tekankan Spirit Pelayanan Rendah Hati bagi Diakon Baru

Karena Begitu Besar Kasih Allah (Yohanes 3:16).

Maumere, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Mgr. Hironimus Pakaenoni menegaskan pentingnya semangat pelayanan yang rendah hati bagi para diakon baru dalam perayaan Ekaristi tahbisan di Kapela Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Sebanyak 18 frater Serikat Sabda Allah (Serikat Sabda Allah (SVD) ditahbiskan menjadi diakon pada Minggu, (31/5/2026).

Perayaan tahbisan yang mengusung tema “Karena Begitu Besar Kasih Allah” (Yohanes 3:16) ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan menuju tahbisan imamat bagi para anggota SVD.

Perayaan tersebut juga bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, yang menegaskan kembali pemahaman tentang Allah sebagai kasih yang hidup dalam kehidupan umat.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menekankan bahwa seluruh Kitab Suci menampilkan Allah sebagai kasih. Ia menyampaikan bahwa Allah hadir sebagai pribadi yang penuh belas kasih, penyayang, setia, dan selalu membangun relasi dengan manusia.

“Allah dalam Kitab Suci adalah kasih. Perayaan Tritunggal Mahakudus ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin memahami Allah sebagai sumber kasih yang senantiasa hadir dalam hidup manusia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kasih Allah menjadi dasar relasi antar manusia. Menurutnya, manusia dipanggil untuk hidup dalam dialog, persaudaraan, dan keterbukaan sebagai wujud konkret dari panggilan iman.

“Kasih Allah harus tercermin dalam cara kita membangun relasi, baik dalam Gereja maupun dalam kehidupan sosial,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa pemahaman Allah sebagai persekutuan kasih menjadi dasar penting bagi terbentuknya komunitas yang menjunjung persatuan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang masih diwarnai perpecahan dan konflik.

Kepada para diakon baru, Mgr. Hironimus Pakaenoni menegaskan bahwa pelayanan Gereja tidak boleh berpusat pada kekuasaan atau prestasi pribadi, melainkan pada cinta kasih Allah yang melayani.

Diakon dipanggil untuk menghadirkan kasih bagi mereka yang menderita, kesepian, cemas, dan menghadapi pergumulan hidup.

“Pelayanan diakon harus berakar pada kasih Allah, bukan pada kekuatan atau kemampuan pribadi,” tegasnya dalam homili.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran diakon harus memperkuat persaudaraan dan membangun persekutuan umat, sekaligus menjadi sarana rekonsiliasi dan penguatan kehidupan Gereja yang inklusif dan solider.

Dalam bagian liturgi, terdengar ajakan doa dan pengutusan, termasuk seruan, “terkasih… Roh Kudus,” yang mengiringi momen penumpangan tangan dalam tahbisan.

Adapun para diakon yang ditahbiskan akan menjalani penugasan misi di berbagai wilayah dunia, termasuk Amerika Serikat, Chile, Madagaskar, Portugal, Bangladesh, dan Angola.

Para diakon yang akan ditahbiskan itu, yakni:

Diakon Paulus Barekama Tukan, SVD dari Paroki San Juan – Lebao, Keuskupan Larantuka.

Diakon Salestinus Daga, SVD dari Paroki Hati Kudus Yesus – Maunori, Keuskupan Agung Ende.

Diakon Fransiskus Carli Ka’u, SVD dari Paroki St. Fransiskus dan St. Klara Aimere, Keuskupan Agung Ende.

Diakon Yohanes Rudin, SVD dari Paroki St. Yosef Pekerja – Kengkong Cepang, Keuskupan Labuan Bajo.

Diakon Hausufa Clitus Marselinus, SVD dari Paroki St. Maria – Nurobo, Keuskupan Atambua.

Diakon Febronius Meni Subun, SVD dari Paroki St. Mikhael – Oelami, Keuskupan Atambua.

Diakon Simon Sina Kelen, SVD dari Paroki St. Antonius Padua – Leworahang, Keuskupan Larantuka.

Diakon Sabinus Bake Lado, SVD dari Paroki St. Perawan Maria Ine Wea – Kisaraghe, Keuskupan Agung Ende.

Diakon Adrianus Tap, SVD dari Paroki St. Teresa Kalkuta – Datak, Keuskupan Labuan Bajo.

Diakon Wilfridus Oki, SVD dari Paroki Kristus Raja – Haumeni, Keuskupan Atambua.

Diakon Beatus Didimus Gowing Moron, SVD dari Paroki St. Yohanes Pemandi – Ritaebang, Keuskupan Larantuka.

Diakon Donatus Iwad Mara, SVD dari Paroki Hati Yesus Hati Maria – Boanio, Keuskupan Agung Ende.

Diakon Rikardus Diku Da, SVD dari Paroki Kristus Raja – Wolotolo, Keuskupan Agung Ende.

Diakon Petrus Marianus G. Sogen, SVD dari Paroki Perawan Maria La Salette – Lato, Keuskupan Larantuka.

Diakon Kanisius Bauk, SVD dari Paroki St. Petrus – Tukuneno, Keuskupan Atambua.

Diakon Yulianus Bertin Japa, SVD dari Paroki St. Thomas Morus – Robek, Keuskupan Ruteng.

Diakon Petrus Sandiawan Denatalis dari Paroki St. Petrus – Tanggar, Keuskupan Ruteng

Diakon Yosef Mario Ambasan, SVD dari Paroki St. Maria Bunda Penebus – Umanen Fatuketi, Keuskupan Atambua