Musim Hujan di NTT Capai Puncak Januari–Februari

Masyarakat diminta untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Rainy weather

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengimbau masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa seluruh wilayah NTT telah memasuki musim hujan. Musim ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret atau awal April 2026.

“Musim hujan di NTT umumnya mulai sejak November 2025, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026,” ujarnya saat diwawancarai Radio TIRILOLOK melalui sambungan telepon pada Senin (5/01/2026).

Ia menegaskan, kondisi cuaca cerah yang sempat terjadi di beberapa wilayah pada awal tahun tidak menandakan berakhirnya musim hujan.

Menurut Sti Nenotek, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara tiba-tiba dalam durasi singkat.

Curah hujan yang tinggi berisiko mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air.

Dampak tersebut juga dapat memengaruhi akses transportasi serta distribusi kebutuhan pokok.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.

Selain itu, masyarakat diminta untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau menghubungi layanan informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang di nomor 0811 3940 64.

Penulis: Fransiska Selina dan Matelda Bano Editor: Felisitas K. Bariak