Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Penampilan Komunitas Barongsai Naga Atoin Meto memeriahkan perayaan Imlek ke-2577 Kong Zi Li, Selasa (17/2/2026), di Aula Gereja Santa Maria Assumpta Kupang. Atraksi tersebut menarik perhatian para suster, biarawan-biarawati, umat Katolik, serta masyarakat Tionghoa yang hadir.
Perayaan diawali dengan misa Imlek yang dipimpin Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Romo Rudy Tjung Lake.
Dalam pesannya, Romo Rudi mengajak umat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, terlebih dalam suasana Tahun Baru Imlek 2026 yang berada pada Shio Kuda.
Dalam wawancara bersama wartawan, Anggota Barongsai Naga Atoin Meto, Novi Henuk, mengatakan antusiasme masyarakat sangat tinggi setiap kali tim mereka tampil.
“Setiap ada kegiatan, masyarakat selalu bersemangat dan antusias menonton. Kami ingin memberikan yang terbaik supaya semua yang hadir merasa terhibur,” ujarnya.
Novi menjelaskan para pemain barongsai merupakan anak-anak lokal dari wilayah timur, dan sebagian besar merupakan karyawan setempat. Dalam sehari, tim dijadwalkan tampil di tiga lokasi berbeda.
“Hari ini kami tampil di tiga tempat, termasuk di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Lippo Plaza sekitar jam 2 siang, dan Rukun Jaya Kuanino jam 5 sore. Kami berkomitmen memberikan penampilan terbaik di setiap lokasi,” katanya.
Pelatih Barongsai Naga Atoin Meto, Alberto Agus Sugiarto, menyebutkan jumlah personel tim sekitar 15 orang.
“Total anggota kami sekitar 15 orang. Untuk satu barongsai dimainkan oleh dua orang,” jelasnya.
Ia menambahkan latihan rutin terus dilakukan guna menjaga kekompakan dan kualitas pertunjukan.
Sementara itu, Sr. Laurentina, SDP mengapresiasi perayaan Imlek yang digelar di lingkungan gereja.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi perayaan ini. Komunitas Tionghoa di Kota Kupang perlu dipersatukan dan diberikan kebebasan untuk merayakan hari besarnya,” ujarnya.
Menurut Sr. Laurentina, Kota Kupang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
“Tetap bersemangat, jaga toleransi, dan terus berkontribusi bagi masyarakat Kota Kupang. Kolaborasi antara pemerintah dan seluruh etnis penting untuk membangun kota ini,” tutupnya.














