Paslon Gubernur NTT Paparkan Program Unggulan di Debat Terakhir

Debat Publik ke-3 antara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – KPU NTT menyelenggarakan Debat Publik ke-3 antara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah Perspektif Gedsi, Resiliensi, dan Berkelanjutan” pada Rabu, (20/11/2024), di Auditorium UNDANA Kupang.

Ketua KPU NTT, Jemris Fointuna, membuka debat ke-3 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Dalam sambutannya, Jemris Fointuna mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memperkenankan semua untuk berkumpul, menyaksikan, dan mendengarkan secara langsung debat terbuka Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Debat Publik merupakan yang terakhir dari tiga debat yang telah direncanakan oleh KPU Provinsi NTT. Jemris Fointuna mengajak pasangan calon untuk menyapa serta menyentuh hati masyarakat NTT, khususnya para pemilih, dengan visi, misi, dan program kerja yang dirancang untuk direalisasikan setelah mendapatkan mandat dari masyarakat NTT.

Masing-masing pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT menyampaikan visi dan misi untuk membangun NTT.

Paslon nomor urut 1, Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si, dan Jene Natalia Suryanto, melalui Ansy Lema, menyatakan pentingnya bekerja seoptimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dan daya saing daerah dalam semua aspek kehidupan. Mereka menekankan pentingnya terobosan besar berbasis riset dan inovasi serta didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik. Sektor pariwisata menjadi prioritas utama, karena dianggap sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Namun, mereka juga mengidentifikasi kemiskinan sebagai hambatan utama daya saing, dengan angka kemiskinan di NTT mencapai 19,48 persen, mayoritas di desa-desa, terutama di kalangan petani, peternak, dan nelayan.

Paslon nomor urut 2, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., A.Pt, dan Drs. Jhoni Asadoma, M.Hum, dengan tagline “Ayo Bangun NTT”. Melki mengajukan konsep pengelolaan sumber daya alam yang adaptif terhadap krisis iklim, pengembangan ekonomi berbasis pariwisata, ekonomi kreatif, serta pengarusutamaan gender dan inklusi sosial. Mereka menegaskan bahwa pembangunan di NTT harus inklusif, adil, dan berkelanjutan, serta memastikan setiap lapisan masyarakat NTT mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut. Mereka juga berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan melalui beasiswa bagi anak-anak berprestasi dan kurang mampu, serta program-program vokasi yang terhubung dengan industri.

Paslon nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, SE., M.Si dengan diusung Paket SIAGA. Simon Petrus Kamlasi mengajukan transformasi ekonomi wilayah melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Fokus utama mereka adalah integrasi ekonomi hijau dan biru sebagai penggerak perubahan utama. Mereka berkomitmen untuk melaksanakan kebijakan transformasi sosial yang inklusif, dengan perlindungan sosial yang adaptif bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan, perempuan, anak-anak, dan disabilitas.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebanyak 3.988.372 pemilih.