Prodi Kimia FST UNWIRA Dukung Pembangunan Melalui Riset Berkelanjutan

Gertreda menguraikan spesifikasi dan konsentrasi riset para dosen pada prodi tersebut yang menjadi kekuatan bagi pengembangan Prodi Kimia, di mana semua bidang dan konsentrasi penelitian itu saling berkaitan satu sama lain.

Kanan : Ketua Prodi Kimia FST UNWIRA, Gertreda Latumakulita, S.Si., M.Sc

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang merupakan satu dari dua prodi yang sebelumnya berada di bawah payung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, FMIPA beralih status menjadi FST dengan tambahan satu prodi, yakni Teknologi Pangan. Meski demikian, Prodi Kimia masih terus menunjukkan eksistensinya hingga saat ini.

Menjunjung visi “Terwujudnya Program Studi Kimia sebagai komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dan kreatif di bidang Kimia sesuai perkembangan IPTEK, dijiwai oleh nilai-nilai Kristiani, berwawasan global dan berakar lokal”, prodi yang berdiri sejak tahun 1996 ini telah meraih akreditasi “Baik” pada 24 Juli 2023.

Dalam wawancara bersama Radio Tirilolok, Ketua Prodi Kimia FST UNWIRA, Gertreda Latumakulita, S.Si., M.Sc memaparkan sejumlah misi prodi tersebut sebagai langkah strategis untuk mencapai visi yang diemban. Pertama, menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dalam bidang Kimia guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing berdasarkan nilai-nilai Kristiani yang berorientasi global dan berakar pada budaya lokal. Kedua, melaksanakan kegiatan penelitian ilmiah yang berkualitas di bidang Kimia berbasis pada nilai-nilai Kristiani, berwawasan global dan berakar budaya lokal. Ketiga, mengaplikasikan hasil penelitian pada bidang Kimia dalam kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat berbasis pada nilai-nilai Kristiani yang berorientasi global dan berakar pada budaya lokal. Keempat, melaksanakan kegiatan intra kurikuler dan ekstra kurikuler untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter.

Lebih lanjut, Gertreda menguraikan spesifikasi dan konsentrasi riset para dosen pada prodi tersebut yang menjadi kekuatan bagi pengembangan Prodi Kimia, di mana semua bidang dan konsentrasi penelitian itu saling berkaitan satu sama lain. Ia sendiri fokus pada bidang Kimia Fisika yang lebih terarah pada energi terbarukan dan proses-proses Kimia Fisika pada tanaman obat. Selanjutnya, Dr. Maksimus M. Taek, M.Si yang fokus pada obat herbal yang diolah dari tanaman tradisional orang Timor dan telah menghasilkan 3 produk, yakni obat herbal dalam bentuk tablet untuk malaria, produk kapsul obat herbal untuk meningkatkan vitalitas orang dewasa,  dan minyak/serum penyubur rambut serta pencegah kebotakan dan kerontokan rambut. Dekan FST UNWIRA yang juga dosen Kimia, Br. Angelinus Nadut, SVD, S.Si., M.Si berfokus pada pengolahan dan pengembangan pakan ternak yang kini tengah melalui kerja sama dengan dosen dari Prodi Teknologi Pangan UNWIRA dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Dosen lainnya ialah Lodowik Landi Pote, S.Si., M.Sc yang fokus pada mineral dan proses analitik. Sementara Dionisia Hariani Nada, S.Si., M.Sc berpusat pada pengolahan limbah organik seperti pupuk organik cair dan eko enzyme serta pengembangan bio plastik. Faustin Prisila Abi, S.Si., M.Si fokus pada karakterisasi mineral alam untuk pengelolaan yang lebih maju dan modern. Satu dosen di antaranya saat ini sedang melanjutkan studi di Jepang, yakni Kristiani D. M. Bulin, S.Si., M.Sc yang risetnya berfokus pada analitik dan lingkungan.

Selain menekankan pada riset dosen, Prodi Kimia juga memperhatikan pengembangan karakter mahasiswa, melalui kegiatan yang terkoordinasi dengan Campus Ministry UNWIRA, antara lain Perayaan Ekaristi bersama setiap Hari Jumat. Pengembangan karakter secara khusus dan berkesinambungan juga dilakukan dalam proses belajar mengajar. Gertreda menegaskan bahwa para dosen tidak sekadar mempersiapkan bahan ajar dan menyebarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa. Pihaknya selalu memberikan motivasi dan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga memiliki karakter yang unggul.

Hasil pengembangan karakter itu dapat dilihat dari profil lulusan Prodi Kimia yang tidak hanya berkarya dalam satu bidang profesi. Hingga kini, pelacakan terhadap alumni (Tracer Study) menunjukkan tiga kelompok terbesar yang menjadi ruang alumni untuk mengembangkan karier, yaitu Saintis Akademisi, Praktisi Industri, dan Wirausahawan Kimia.

Terkait peningkatan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam sektor pengabdian dan penelitian, Gertreda menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun kerja sama yang terintegrasi satu sama lain antar Prodi di lingkup UNWIRA, guna saling mendukung dalam mencapai visi-misi UNWIRA. Selain itu, kemitraan dengan lembaga eksternal terjalin dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Tribuana Kalabahi, dan Universitas Gadjah Mada, dengan melakukan kegiatan kuliah umum bersama dan pertukaran mahasiswa.

Kepada Civitas Akademika Prodi Kimia FST UNWIRA, Gertreda berpesan agar selalu mengedepankan persatuan untuk mencapai visi dan misi yang telah dicanangkan, menuju prodi yang unggul dan kreatif.