Prodi Pendidikan Matematika UNWIRA Tingkatkan Eksistensi Lewat Kolaborasi dan Sinergi Lintas Sektor

Prodi Pendidikan Matematika melaksanakan Tri Dharma dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian, dengan menggencarkan kolaborasi dan kerja sama dengan perguruan tinggi lain maupun sejumlah mitra yang saling berkaitan, untuk merealisasikan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kiri : Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UNWIRA, Yohanes Ovaritus Djagom, S.Pd., M.Pd.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang saat ini memiliki sebanyak 7 Fakultas dan 21 Program Studi (Prodi) jenjang S1 dan 1 Prodi jenjang S2. Satu di antaranya ialah Prodi Pendidikan Matematika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Ditemui di ruang kerjanya, Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UNWIRA, Yohanes Ovaritus Djagom, S.Pd., M.Pd kepada Radio Tirilolok memaparkan sejumlah hal terkait eksistensi prodi tersebut.

Berdiri pada 31 Oktober 1984, Prodi Pendidikan Matematika berintensi untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan kompeten serta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat, dengan mengembangkan karakter mahasiswa yang kreatif, produktif dan terutama berdaya saing.

Prodi Pendidikan Matematika memiliki visi “Terwujudnya Program Studi Pendidikan Matematika UNWIRA sebagai komunitas ilmiah yang unggul dan kreatif dalam bidang Pendidikan Matematika, berdasarkan nilai Kristiani, berwawasan global dan berakar pada budaya lokal.”

Untuk mewujudkan visi itu, Prodi Pendidikan Matematika melaksanakan Tri Dharma dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian, dengan menggencarkan kolaborasi dan kerja sama dengan perguruan tinggi lain maupun sejumlah mitra yang saling berkaitan, untuk merealisasikan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai program studi yang fokus mempersiapkan calon pendidik, Prodi Pendidikan Matematika menerapkan perpaduan antara pendekatan nilai Kristiani, wawasan kebangsaan dan lokal, dengan penekanan yang tidak sekadar mengedepankan kualitas akademik, tetapi juga pengembangan profesional, terutama di bidang pendidikan.

Tak hanya itu, Kaprodi Pendidikan Matematika juga menegaskan bahwa lulusan prodinya dibentuk sebagai insan yang cerdas secara intelektual, berbudaya dan berkarakter humanis serta menghidupkan Pendidikan Matematika menjadi lebih bermakna bagi masyarakat. Untuk itulah, saat ini diterapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan penyesuaian pada perancangan dan penerapan kurikulum di tingkat universitas.

Kendati fokus menghasilkan jebolan yang bakal berkarya sebagai guru Matematika, namun saat ini lulusan Prodi Pendidikan Matematika turut berkarier di bidang penelitian, perbankan, dan kewirausahaan.

Yohanes menyoroti aktivitas pembelajaran di dalam kelas yang mesti diintegrasikan dengan aktivitas pengabdian masyarakat yang terbingkai dalam KLK (Kegiatan Luar Kampus). Para mahasiswa yang dilibatkan tidak hanya berpusat pada urusan pendidikan, tetapi juga berbaur dengan kehidupan umum masyarakat setempat yang menjadi sasaran kegiatan mereka. Aksi yang pernah dilakukan di antaranya adalah penanaman pohon, sosialisasi, dan pendampingan pembelajaran Matematika bagi anak-anak.

Di tingkat universitas, Prodi Pendidikan Matematika memiliki program tetap, yaitu Webinar Nasional tahunan yang berkolaborasi dengan instansi lain. Sementara program dalam waktu dekat yang akan digelar adalah pelaksanaan KLK di Kabupaten Lembata. Selain itu, diselenggarakan program PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), di mana para mahasiswa akan mengikuti masa praktik sebagai implementasi pembelajaran di sekolah-sekolah.

Bukan cuma memperhatikan mahasiswa, Prodi Pendidikan Matematika juga membangun sinergi intens bersama alumni. Hal tersebut terbukti dengan pembentukan IKAPEMA (Ikatan Alumni Program Studi Pendidikan Matematika UNWIRA) pada tanggal 31 Oktober 2016 lalu.

Mengakhiri pernyataannya, Yohanes berharap agar Prodi Pendidikan Matematika UNWIRA dapat semakin dikenal sebagai program studi yang menarik, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga berpesan kepada seluruh Civitas Akademika Prodi Pendidikan Matematika agar dapat terus melangkah bersama, bekerja dengan hati dan saling mendukung demi kemajuan prodi maupun perkembangan Ilmu Matematika. Kepada para lulusan, ia mendorong agar tetap mempertahankan nama baik prodi sebagai rumah yang melahirkan mereka dengan menjaga kualitas Prodi Pendidikan Matematika di tengah masyarakat.