Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK mengadakan acara Viral NTT bertema “Hasrat MURAL di Ruang Kota” pada Sabtu, (7/6/2025), bertempat di Studio Radio TIRILOLOK.
Acara Viral NTT menghadirkan Roman Mbete dan Asis Nadjib, dua pegiat mural yang aktif berkarya di ruang publik.
Mural merupakan bentuk seni rupa yang dibuat langsung pada dinding atau bentuk wadah permukaan permanen lainnya.
Perbedaannya dengan grafiti terletak pada tujuan, pesan, dan gaya yang digunakan. Mural cenderung menonjolkan keindahan visual serta pesan sosial yang ingin dibagikan kepada khalayak luas, sementara grafiti lebih menitikberatkan pada ekspresi personal dan identitas kelompok.
Dalam dialog interaktif, Pegiat Mural, Roman menyampaikan pandangannya bahwa seni, seperti halnya kehidupan, selalu mengalami perubahan.
Menurut Roman, yang abadi hanyalah perubahan itu sendiri. Seni berkembang mengikuti konteks zaman.
Roman menyatakan pentingnya semangat belajar dan keberanian untuk terus berkarya tanpa takut terhadap penilaian.
Roman juga menambahkan, setiap seniman besar memulai dari karya-karya kecil yang belum dikenal.
Bahkan, tak jarang butuh waktu puluhan hingga ribuan tahun hingga sebuah karya atau nama seniman benar-benar dikenal. Yang terpenting adalah ketulusan dalam berkarya.
Sementara itu, Asis juga seorang Pegiat Mural yang turut mengatakan, pentingnya menghargai proses dan memperluas relasi.
Menurut Asis, pertemuan dengan banyak orang akan membentuk pola pikir yang lebih matang dan berkembang.
Asis juga mengingatkan agar tetap menjaga idealisme, namun tetap bersikap realistis dalam menjalani proses berkesenian.
Dilansir Wikipedia, mural telah dikenal sejak zaman prasejarah. Di gua-gua Prancis Selatan, ditemukan lukisan dinding yang dibuat menggunakan sari buah sebagai pewarna alami, jauh sebelum cat modern ditemukan.














