Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Nusa Cendana (UNDANA) resmi membuka dua program studi spesialis kedokteran, yakni Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Obstetri dan Ginekologi. Pengumuman tersebut disampaikan melalui konferensi pers di Gedung Rektorat Lantai 3 UNDANA, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor UNDANA, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang didampingi Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Wakil Rektor IV, serta Kepala Biro Kerja Sama. Sejumlah media turut hadir untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam sambutannya, Prof. Jefri menegaskan bahwa kedua program studi ini merupakan program spesialis pertama yang resmi dibuka di UNDANA.
“Dengan bangga saya sampaikan bahwa UNDANA telah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 78/B/O/2026 yang memberikan izin resmi untuk membuka Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Studi Obstetri dan Ginekologi,” ujarnya.
Prof. Jefri menjelaskan, Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif bekerja sama dengan Universitas Udayana sebagai perguruan tinggi pembina, sedangkan Program Studi Obstetri dan Ginekologi dibina oleh Universitas Airlangga.
“Pembukaan program studi spesialis ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas melalui tenaga medis putra-putri daerah,” tambah Rektor UNDANA.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, menyampaikan bahwa program studi ini mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Dokter Spesialis NTT dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi Cabang NTT.
“Sesuai arahan Presiden, pembukaan program studi bertujuan untuk pemerataan distribusi dokter spesialis, mengingat masih ada rumah sakit di NTT yang belum memiliki dokter spesialis. Dengan hadirnya program studi ini, kebutuhan dokter berkualitas diharapkan dapat terpenuhi,” ujarnya.
dr. Christina menambahkan bahwa pembangunan program studi ini terus diawasi fakultas kedokteran pembina. Calon dosen spesialis akan mengikuti pelatihan dan sertifikasi agar standar sebagai tenaga pendidik program spesialis terpenuhi.
“Dengan dukungan universitas pembina, kami yakin program spesialis ini dapat mencetak dokter berkualitas yang siap melayani masyarakat NTT.”
Di akhir konferensi pers, Rektor UNDANA bersama jajaran menutup kegiatan dan menyampaikan apresiasi kepada media serta mitra kerja sama yang telah mendukung kelancaran acara.














