Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bawaslu NTT mengadakan konferensi pers untuk memperkuat pemberitaan terkait pengawasan tahapan Pemilihan Umum Serentak, yang berlangsung di Sabasuka Paradise pada Sabtu, (9/11/2024).
Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu NTT, Amrunur Muh Darwan, menyampaikan bahwa dinamika yang terjadi memberikan gambaran mengenai kerawanan yang teridentifikasi dalam pengawasan, yang telah dikonfirmasi melalui proses pemantauan yang dilakukan oleh petugas. Hal tersebut berlaku baik di kota-kota besar maupun di daerah, termasuk di tingkat komisi.
Amrunur menambahkan untuk persiapan penghitungan suara juga telah berjalan, dengan total 9.877 pengawas yang direkrut untuk mengawasi tiap-tiap TPS. Setiap desa dan kelurahan telah memiliki pengawas yang ditempatkan di seluruh TPS sesuai jumlah yang tercatat. Namun, ada kekurangan pengawas di beberapa daerah terdampak bencana, seperti di Kecamatan Lewotobi, Kabupaten Flores Timur, di mana 23 TPS belum dapat terawasi akibat kondisi bencana yang terjadi.
Konferensi pers yang dihadiri oleh perwakilan Bawaslu Kabupaten/Kota, organisasi mahasiswa seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), serta wartawan desk Kota Kupang.














