Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua berlangsung di Asrama Haji Kupang, Kamis, (15/5/2025).
Sebanyak 1.280 peserta dari seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur ambil bagian dalam tes P3K untuk memperebutkan posisi yang tersedia dalam formasi calon aparatur sipil negara.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir langsung meninjau lokasi ujian. Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi dorongan semangat tersendiri bagi peserta yang tengah berjuang meraih kelulusan.
Dalam wawancara Radio TIRILOLOK, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Erene Jusuf, menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh agar seluruh peserta, terutama tenaga honorer dan pegawai tidak tetap, dapat mengikuti proses seleksi dengan baik dan meraih hasil maksimal.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pengadaan, Disiplin, dan Informasi BKPPD Kota Kupang, Arma Firda Novita, menjelaskan, program PPPK diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di setiap instansi. Selain itu, sistem penggajian yang telah diatur sesuai regulasi juga memberi jaminan kesejahteraan bagi pegawai.
Pelaksanaan seleksi P3K yang berlangsung selama dua hari. Hari pertama dilangsungkan dalam dua sesi, sedangkan hari kedua berlangsung tiga sesi dari pagi hingga sore. Sesi terakhir turut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, sebagai bentuk dukungan langsung kepada para peserta P3K.
Salah satu peserta, Djoerge Marthin Ferdinand, menilai soal-soal ujian lebih menekankan pada kemampuan teknis kerja di lingkungan perkantoran, seperti pengelolaan arsip, dokumentasi, kartu kendali, inventaris, hingga sistem pelayanan yang efektif. Djido juga mencatat adanya tambahan soal matematika dasar.
Djido mengungkapkan, kehadiran Wali Kota Kupang memberikan semangat besar. Meskipun merasa kemampuannya masih pas-pasan, kehadiran pemimpin daerah yang menyempatkan diri datang di sela agenda padat, menjadi motivasi tersendiri.
Selama dua hari pelaksanaan, tercatat tiga peserta dalam kondisi sakit namun tetap mengikuti ujian hingga selesai, menunjukkan komitmen tinggi untuk meraih kelulusan.














