Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pidato pembangunan dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia pada Sabtu, (16/8/2025) di Aula Fernandez, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT.
Dalam pidatonya, Gubernur Melki Laka Lena menyatakan pentingnya pengembangan ruang pemberdayaan masyarakat dan kemudahan akses melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan produk lokal. Melki Laka Lena mencontohkan model pembangunan berbasis potensi lokal seperti one village one product, one school one product, dan one work one product yang terus dikembangkan menjadi komunitas-komunitas produktif.
Menurut Gubernur NTT, upaya pembangunan ruang pemberdayaan yang telah dimulai dari tempat keagamaan dan akan terus diperluas sebagai bagian dari kebijakan pemerintah daerah. Pada peresmian beberapa ruang pemberdayaan, hadir juga perwakilan DPR RI dan tokoh masyarakat, yang menunjukkan dukungan dari tingkat pusat.
Melki Laka Lena juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan para tamu dari berbagai daerah serta pejabat pusat yang memberi perhatian pada perkembangan NTT. Beliau mendukung produk-produk lokal seperti makanan dan minuman khas yang mulai dikenal lebih luas.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Assadoma berkomitmen penuh melayani rakyat NTT. Mereka menyatakan bahwa pengabdian merupakan panggilan nurani untuk memberikan yang terbaik sebagai putra Flobamorata yang mencintai tanah kelahiran.
Fokus utama pemerintahan Melki-Jhoni adalah pembangunan pro rakyat, pengurangan ketimpangan, dan peningkatan kesejahteraan secara adil.
Visi “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan” lahir dari pergumulan terhadap realitas sosial dan ekonomi daerah. Bukan sekadar slogan, melainkan pedoman yang menuntun langkah nyata dalam menjawab harapan rakyat dan meninggalkan warisan membanggakan bagi generasi mendatang.
Melki menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan—kemiskinan, minimnya infrastruktur, musim kemarau panjang, bencana alam, pengangguran, putus sekolah, dan isu ketahanan pangan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu membangun masa depan NTT yang lebih baik.
Dilansir Wikipedia, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki luas wilayah 48.718,10 km², dengan potensi besar di berbagai sektor yang perlu digarap secara kolaboratif dan berkelanjutan.














