Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) dan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) kembali bersinergi dalam pembangunan Kota Kupang, melalui Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat, yang digelar pada Jumat (15/8) di Taman Nostalgia Kupang. Sasaran utama dalam kegiatan itu yakni kelompok pemulung dari sejumlah titik. Aksi sosial ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong 150 tahun SVD, kongregasi religius yang menaungi kedua lembaga tersebut.
Mengusung tema “Witnessing To The Light – From Everywhere For Everyone” yang berarti “Bersaksi Kepada Terang – Dari Segala Penjuru Kepada Semua Orang”, aneka program diselenggarakan oleh berbagai instansi di bawah pengelolaan SVD sebagai perayaan sukacita atas karya misi yang telah, sedang, dan akan terus berlangsung ke depan. Hal itu ditegaskan Rektor UNWIRA, P. Dr. Philipus Tule, SVD dalam sambutannya sebelum memulai acara.
Lebih lanjut, ia menyebut UNWIRA sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang menghadirkan seluruh misi pelayanan SVD bagi masyarakat secara umum, termasuk bagi umat katolik. Kendati demikian, ia menyoroti aksi pengobatan tersebut sebagai sebuah tindakan praktis yang dapat dilakukan UNWIRA untuk turut ambil bagian dalam karya keselamatan manusia.
Imam SVD yang telah bertugas selama lebih dari 41 tahun itu secara khusus memfokuskan perhatian pada teologi keselamatan, dengan mengajak masyarakat yang hadir untuk giat berusaha dalam menuju keselamatan itu lewat kepedulian terhadap dunia, di antaranya dengan merawat lingkungan hidup dan relasi sosial dengan sesama.
Sementara itu, Ketua YAPENKAR, P. Dr. Ubaldus Djonda, SVD, MA mengapresiasi inisiatif UNWIRA dalam penyelenggaraan pengobatan gratis bagi masyarakat menjelang perayaan puncak 150 tahun SVD. Ia mengaku bangga dan bersyukur atas segala bentuk pelayanan SVD yang menyentuh kehidupan umat, termasuk melalui keberadaan UNWIRA di NTT.
Sementara dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Ketua Panitia Perayaan 150 Tahun SVD YAPENKAR dan UNWIRA, P. Roni Dae Soro, SVD mengatakan bahwa sebagai kampus katolik, UNWIRA tidak sekadar terlibat dalam kegiatan akademik, tetapi juga merambah persoalan karakter dan spiritualitas, termasuk dengan memperhatikan mereka yang kecil dan menderita. Diharapakannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk keberpihakan UNWIRA terhadap kaum yang terpinggirkan.
Tak hanya itu, P. Roni juga berharap bahwa melalui aksi itu, civitas akademika UNWIRA yang terlibat di dalamnya, dapat turut memberi diri satu sama lain, sebagai tanda kehadiran Tuhan di tengah umat manusia.
Adapun SVD merupakan kongregasi religius imam dan bruder yang telah berkarya di lebih dari 70 negara, sejak didirikan pada 8 September 1875 oleh St. Arnoldus Janssen.














