Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dukungan digitalisasi transaksi dari Bank NTT turut mendorong pengembangan UMKM siswa pada penutupan rangkaian SMANLY Cup 2026, Dies Natalis ke-35, dan Reuni Akbar yang berlangsung di Lapangan Multifungsi SMAN 5 Kupang, Senin (15/6/2026).
Melalui penyediaan fasilitas QRIS dan dukungan sarana kegiatan, produk-produk karya siswa berhasil dipasarkan secara lebih luas dan modern kepada pengunjung.
Momentum penutupan kegiatan yang dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga dimanfaatkan untuk meluncurkan Program One School One Product (OSOP), penguatan Program Jam Belajar Masyarakat, serta peresmian produk unggulan sekolah berupa keripik pisang.
Dalam wawancara bersama wartawan, Kepala SMAN 5 Kupang, di ruang kerjanya, Veronica Wawo, mengatakan dukungan Bank NTT selama ini sangat membantu pengembangan kewirausahaan siswa, termasuk melalui penyediaan fasilitas pembayaran digital berbasis QRIS bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan sekolah.
“Bank NTT menyiapkan dan memberikan kami tenda. Selama ini kami juga bekerja sama dengan baik karena berbagai layanan sekolah telah didukung oleh Bank NTT,” ujar Veronica kepada wartawan.
Menurut Veronica, kemitraan tersebut akan terus berlanjut karena telah memberikan manfaat nyata bagi sekolah, khususnya dalam membangun budaya kewirausahaan di kalangan siswa.
Veronica menjelaskan, para siswa tidak hanya dilatih untuk menghasilkan produk, tetapi juga dibekali kemampuan memasarkan produk secara langsung maupun melalui platform digital. Selain transaksi tunai, pengunjung juga dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS yang dinilai lebih praktis dan efisien.
“Anak-anak dilatih membuat produk, kemudian mereka memasarkan. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun menggunakan QRIS,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan QRIS selama kegiatan berlangsung tidak mengalami kendala berarti. Tingginya penggunaan transaksi non-tunai oleh masyarakat dinilai menjadi faktor pendukung kelancaran pembayaran digital di lokasi kegiatan.
“Hampir semua orang sekarang membawa uang di ponsel mereka, sehingga kehadiran QRIS sangat membantu penjualan produk UMKM yang ada di SMA Negeri 5 Kupang,” ujarnya.
Dukungan digitalisasi tersebut terbukti berdampak positif terhadap penjualan produk siswa. Dalam sehari pelaksanaan kegiatan, produk UMKM yang dipasarkan berhasil mencatat omzet sekitar Rp5 juta.
“Puji Tuhan, produk kami laku sekitar Rp5 juta hari ini. Ini capaian yang luar biasa bagi UMKM siswa SMA Negeri 5 Kupang,” tutup Veronica.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan perbankan dapat memperkuat literasi keuangan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap berwirausaha di era digital.














