Romo Tommi Tegaskan Keterbatasan Menjadi Jalan Hadirnya Berkat Tuhan

Gereja Katolik Stasi Yesus Maria Yosef Liliba.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan Misa Hari Minggu Biasa XVIII di Gereja Katolik Stasi Yesus Maria Yosef Liliba dipimpin Romo Tommi pada Minggu (2/8/2026).

Dalam homili, Romo mengajak umat menumbuhkan iman dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Tuhan di tengah berbagai keterbatasan hidup.

Romo Tommi mengangkat kisah Yesus yang memberi makan lima ribu orang sebagai gambaran bahwa Tuhan selalu berkarya melalui hal sederhana.

Keterbatasan bukan alasan untuk kehilangan harapan, melainkan kesempatan menyaksikan karya Allah yang melampaui kemampuan manusia.

Menurut Romo Tommi, persoalan utama bukan terletak pada sedikit atau banyaknya yang dimiliki, melainkan kesediaan berbagi dan mendistribusikan berkat secara adil.

Lima roti dan dua ikan menjadi tanda bahwa anugerah Tuhan sanggup memenuhi kebutuhan banyak orang ketika dibagikan dengan hati yang tulus.

Umat juga diajak membawa segala kekurangan, harapan, dan pergumulan kepada Kristus. Setiap usaha, sekecil apa pun, akan menghasilkan buah berlimpah apabila diserahkan kepada Tuhan.

Mengacu pada bacaan Injil, Romo Tommi menegaskan bahwa pencarian manusia tidak boleh berhenti pada kebutuhan jasmani. Kristus merupakan roti kehidupan yang memberikan kepenuhan dan keselamatan.

Dalam bagian penutup homili, umat diajak bersyukur atas setiap berkat yang diterima, setia berbagi dengan sesama, serta tetap percaya bahwa kasih Kristus tidak pernah meninggalkan umat beriman dalam keadaan apa pun.

Romo Tommi juga membagikan kisah seorang ayah yang tetap bekerja keras demi kebahagiaan keluarga. Kebahagiaan sejati, menurutnya, tidak diukur dari harta atau kedudukan, melainkan dari kasih, pengorbanan, dan kesetiaan menjalankan panggilan hidup.

Homili ditutup dengan ajakan agar seluruh umat terus berjalan bersama Kristus, memelihara iman, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.