Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi SDK St. Arnoldus Penfui, Kupang, setelah tiba di NTT.
Kunjungan berlangsung dengan berdialog langsung bersama siswa dan melihat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Sudaryono dan Melki Laka Lena turut makan bersama siswa dengan menu MBG yang disediakan sekolah.
Dalam wawancara bersama wartawan, Pada Rabu (16/9/2026), Sudaryono menyampaikan pemerintah akan terus memperbaiki ketepatan sasaran dan efisiensi anggaran Program MBG. Sekitar seribu enam ratus sekolah yang dinilai tidak menjadi prioritas akan dikeluarkan dari daftar penerima, termasuk sekolah yang masuk kategori elit.
Pemerintah juga melakukan penertiban terhadap data penerima ganda serta mengevaluasi pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Perbaikan sasaran sekolah menjadi bagian dari evaluasi program, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan.
Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
atau 3T serta wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi menjadi prioritas perluasan layanan. Mulai September 2026, aktivasi dapur MBG baru dilakukan di sejumlah wilayah prioritas.
Sementara itu, Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, pada Kamis (17/9/2026), di ruang kerjanya, Kepala SDK St. Arnoldus Penfui, Yohanes Tamo Ama menyebut kunjungan Kepala BGN dan Gubernur NTT hadir untuk memantau perkembangan MBG. Rombongan langsung memasuki sejumlah kelas dan berdialog dengan siswa.
Dalam dialog tersebut, siswa
menyampaikan pengalaman selama menerima MBG. Sejumlah siswa mengeluhkan menu yang dinilai monoton dan adanya buah yang sesekali. Keluhan tersebut selama pelaksanaan program di sekolah dikomunikasikan untuk mendapat penyelesaian.
Pelayanan MBG di SDK St. Arnoldus Penfui berlangsung Senin hingga Jumat. Setiap makanan yang tiba dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG diperiksa terlebih dahulu oleh pihak sekolah sebelum dibagikan kepada siswa.
Penilaian terhadap menu juga dilakukan melalui formulir yang disiapkan SPPG. Siswa memberikan penilaian berdasarkan tingkat kesukaan terhadap menu yang diterima.
Sebanyak 729 siswa kelas satu hingga kelas enam menerima manfaat MBG di SDK St. Arnoldus Penfui.
Sejumlah siswa mengusulkan variasi menu, termasuk ikan dan makanan dengan cita rasa yang berbeda agar menu MBG tidak terasa monoton.
Sekolah juga mengingatkan siswa untuk mencuci tangan sebelum makan dan membawa sendok dari rumah. Langkah tersebut dilakukan karena makanan MBG yang diterima sekolah tidak disertai sendok.














