Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Workshop “Strengthening Digital Communication for Evangelization” memasuki hari kedua di Auditorium Santo Paulus, Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Selasa (22/9/2026).
Workshop yang berlangsung 21–24 September 2026 ini diikuti para imam, biarawan, biarawati, serta mitra awam SVD dari Indonesia dan Timor Leste.
Salah satu materi yang diberikan adalah “Strategi Wawancara”, yang dibawakan Pater Anthony Swammy, SVD sebagai Koordinator Komunikasi SVD Wilayah Asia Pasifik.
Pater Anthony menekankan bahwa wawancara bukan sekadar tanya jawab, tetapi sebuah dialog untuk menggali pengalaman narasumber dan membangun sebuah cerita.
“Wawancara adalah cara lain untuk bercerita. Yang penting bukan opini saya sebagai pewawancara, tetapi bagaimana membawa pengalaman orang lain menjadi sebuah cerita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wawancara membutuhkan persiapan, mulai dari riset terhadap topik, memahami latar belakang persoalan, menentukan tujuan, mengenali audiens, hingga memilih narasumber yang tepat.
Pewawancara juga perlu menggunakan pertanyaan terbuka agar narasumber memiliki ruang untuk menjelaskan pengalaman dan pandangannya secara lebih mendalam.
Selain itu, Pater Anthony menekankan pentingnya etika, netralitas, dan penghormatan terhadap martabat narasumber. Pewawancara tidak boleh menggiring jawaban, memaksakan opini, maupun mengeksploitasi pengalaman pribadi seseorang.
“Dalam wawancara, kita harus tetap netral dan tidak memaksakan opini kita kepada orang lain,” katanya.
Dalam konteks evangelisasi, wawancara diarahkan untuk menggali kesaksian, pengalaman iman, nilai-nilai Injil, serta kisah tentang bagaimana seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pater Anthony juga mengingatkan peserta untuk menyesuaikan teknik wawancara dengan platform yang digunakan, baik radio, televisi maupun media digital, termasuk aspek kamera, pencahayaan, mikrofon, durasi, suara, dan bahasa tubuh.
Workshop ini merupakan tindak lanjut Komisi Komunikasi Generalat SVD atas hasil Kapitel Jenderal SVD tahun 2024, khususnya dalam bidang komunikasi.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media dan komunikasi digital untuk mendukung karya evangelisasi.














