Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Warga Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, bergerak cepat menghadapi ancaman rabies. Serangan seekor anjing terhadap tujuh orang warga mendorong dilaksanakannya vaksinasi massal oleh dinas terkait.
Lurah Maulafa, Yanto Sapay, menyampaikan bahwa insiden itu terjadi hanya dalam waktu singkat.
“Dalam waktu kurang lebih satu jam, seekor anjing menyerang dan menggigit tujuh orang warga,” ujarnya saat diwawancarai Radio TIRILOLOK.
“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kota Kupang untuk lakukan vaksinasi darurat,” tambahnya.
Vaksinasi pun dilakukan di tiga RT terdampak dalam dua hari berturut-turut.
Sementara itu, Dokter Hewan dari Dinas Peternakan Kota Kupang, drh. Nita, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Gubernur Nomor 01 Tahun 2025.
“Instruksi ini mengatur pembatasan lalu lintas hewan pembawa rabies,” ujarnya.
“Kami fokus pada anjing karena sekitar 90 persen kasus rabies ditularkan melalui spesies ini,” jelas drh. Nita.
Sebanyak 14 tim diturunkan di seluruh kelurahan se-Kota Kupang.
“Setiap tim terdiri dari tiga orang untuk melakukan vaksinasi dan pengawasan di lapangan,” lanjutnya.
Kehadiran tim vaksinasi disambut baik oleh warga. Salah satu warga Maulafa, Agusta Foenale-Dakabesi, merasa lega karena anjing peliharaannya akhirnya divaksin.
“Saya sudah lama menunggu vaksinasi hewan ini sejak dengar info dari ketua RT,” ujarnya.
“Hari ini saya senang sekali karena anjing saya, namanya Cinta, sudah divaksin,” katanya.
Upaya ini menunjukkan bahwa pencegahan rabies bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.














