UNWIRA Gandeng USD Refleksikan Ingatan Kolektif Pasca Konflik Timor Leste

Buku bukan sekadar kumpulan ide, tetapi merupakan cermin perjalanan batin ingatan kolektif dan pencarian makna yang tak pernah berhenti.

Bedah Buku bertajuk "Jejak-Jejak Ingatan" dan "Meraih Cahaya"

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerja sama dengan Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PUSDEMA) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menggelar Bedah Buku bertajuk “Jejak-Jejak Ingatan” dan “Meraih Cahaya” – karya reflektif tentang ingatan kolektif pasca konflik Timor Leste – pada Rabu (29/10).

Bertempat di Aula St. Hendrikus Rektorat UNWIRA Kampus Penfui, pagelaran tersebut didukung oleh Centro Nacional Chega! (CNC) dan Forum Komunikasi Perjuangan Timor Timur (FKPTT).

Hadir sebagai pembicara utama, penulis buku sekaligus perwakilan PUSDEMA USD, Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum yang didampingi sejumlah penanggap, yakni Hugo Maria Fernandes – Direktur Eksekutif CNC!, Agusto da Costa – perwakilan FKPTT dan Drs. Marianus Kleden, M.Si – Akademisi dari Program Studi Administrasi Publik FISIP UNWIRA.

Wakil Dekan I FISIP UNWIRA, P. Yoseph Riang, SVD dalam sambutannya, menyebut bahwa momentum tersebut tidak sekadar untuk membedah dua karya buku, melainkan juga untuk menyelami dua cermin jiwa bangsa melalui jejak-jejak ingatan mengenang masa lalu dan mencintai masa depan Timor Leste serta meraih cahaya kolektif Timor Leste pasca konflik.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam kajian ilmu sosial dan humaniora, ingatan kolektif tidak pernah bersifat netral, sebab ia menjadi ruang pertemuan antara luka dan harapan, trauma dan cita-cita, kehilangan dan rekonsiliasi.

Ia berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNWIRA untuk terus menulis, meneliti dan berdialog, untuk memajukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kemanusiaan antara Timor Leste dan Indonesia.

Sementara Prof. Yapi yang mewakili PUSDEMA USD, berbagi praktik baik tentang hasil kolaborasi PUSDEMA USD dan CNC! yang telah melakukan studi memori kolektif di Timor Leste, dan didokumentasikan dalam penulisan kedua buku tersebut.

Ia menilai, Kupang merupakan titik strategis untuk dilakukan pembedahan buku tersebut, sebab Kupang berada di Tanah Timor, yang juga secara geografis lebih dekat dengan negara Timor Leste. Ia menambahkan bahwa kedekatan sosial dan budaya, menjadikan Timor Leste tidak sekadar negara tetangga, melainkan sebagai saudara.

Anggota Dewan CNC!, Romo Jovito de Jesus Araujo mengutip Surat Apostolik Paus Leo XIV yang melukis peta baru harapan, sebagaimana yang dilakukan melalui bedah buku itu.

Ia menyoroti kedua buku tersebut yang mengulas kembali kenangan masa lalu dan pahit manisnya kehidupan, untuk menemukan kembali jejak-jejak kebersamaan dan persaudaraan, dan melangkah menuju masa depan.

Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD mengapresiasi FISIP UNWIRA dan PUSDEMA USD yang telah menyelenggarakan bedah buku itu, untuk merayakan perjalanan panjang seorang pemikir dan penulis, yang membuat Timor Leste dan Indonesia bersahabat melalui karya tulisnya.

Ia melihat bahwa buku bukan sekadar kumpulan ide, tetapi merupakan cermin perjalanan batin ingatan kolektif dan pencarian makna yang tak pernah berhenti. Baginya, buku-buku itu mengajak para pembaca untuk menyusuri jejak pengalaman yang berpadu antara refleksi pribadi, pergulatan intelektual dan cinta yang mendalam terhadap manusia dan kebudayaan.

Sebagai lembaga pendidikan, P. Stefanus menegaskan bahwa UNWIRA selalu percaya akan ilmu pengetahuan yang tidak tumbuh di ruang hampa, tetapi di antara kisah, pengalaman, serta perjumpaan akademik dan kebudayaan.

Di akhir sambutannya, ia berharap buku ini menjadi undangan untuk merenung dan bermimpi, mengenal diri, mencintai budaya dan mengenal kemanusiaan, sebagaimana makna pendidikan yang sejati. Baginya, kedua buku yang dibedah itu tidak hanya menghadirkan teks, melainkan membawa realitas, konteks, dan membaca kehidupan dengan segala kompleksitasnya.

Adapun seluruh rangkaian kegiatan itu diakhiri dengan penandatanganan MoA (Memorandum of Agreement) antara FISIP UNWIRA dan Fakultas Sastra USD untuk menjalin kolaborasi dan kerja sama lainnya.