Misteri Jenazah Utuh Selama 37 Tahun, Kisah Mgr. Gabriel Manek Menggetarkan Hati Umat

Mgr. Gabriel Manek, SVD: Sang Hamba Allah dari Tanah Timor.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Viral NTT dengan mengangkat tema “Mgr. Gabriel Manek, SVD: Sang Hamba Allah dari Tanah Timor” pada Sabtu, (28/3/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.

Dialog interaktif ini menghadirkan dua narasumber, yakni Penasihat Umum Komunitas SMGM, Dr. Bele Antonius, M.Si, serta Koordinator SMGM wilayah Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, SE.

Dalam pemaparannya, Dr. Bele Antonius mengisahkan peristiwa luar biasa terkait jenazah Mgr. Gabriel Manek yang dinilai sebagai tanda iman umat. Ia menjelaskan bahwa gagasan awal untuk memulangkan jenazah dari Amerika Serikat berangkat dari keinginan para suster PRR yang ingin menghadirkan sosok pendiri mereka secara fisik di tanah air.

Rencana semula adalah memulangkan tulang-belulang Mgr. Gabriel Manek. Namun, saat makam dibuka pada 13 April 2007, ditemukan bahwa jenazah masih utuh, bahkan pakaian yang dikenakan tidak mengalami kerusakan. Temuan ini mengubah seluruh rencana pemulangan.

“Peristiwa ini sangat mengejutkan dan oleh banyak umat dipandang sebagai mujizat,” ungkap Dr. Anton Bele.

Akibat perubahan tersebut, proses pemulangan jenazah harus melalui prosedur resmi pemerintah Amerika Serikat. Setelah izin diperoleh, jenazah kemudian diterbangkan ke Denpasar dan dilanjutkan ke Kota Kupang.

Setibanya di Kota Kupang, jenazah disemayamkan di Katedral sebelum diarak melalui jalur darat menuju Atambua.

Sepanjang perjalanan, umat menyambut dengan doa dan devosi, bahkan banyak yang mengaku mengalami pertolongan setelah berdoa melalui perantaraan Mgr. Gabriel Manek.

Dari Atambua, jenazah kemudian diberangkatkan ke Larantuka menggunakan kapal perang Republik Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, kapal sempat berlayar mengelilingi wilayah pelayanan Mgr. Gabriel Manek seperti Adonara, Lembata, dan Solor sebelum akhirnya tiba di Larantuka.

“Tanpa direncanakan, perjalanan itu seolah menjadi simbol bahwa beliau kembali mengunjungi daerah pelayanannya,” jelasnya.

Saat ini, jenazah Mgr. Gabriel Manek masih dalam kondisi utuh dan disemayamkan di Biara PRR. Ia juga telah ditetapkan sebagai Hamba Allah (Servus Dei) oleh Paus Fransiskus, yang merupakan tahap awal dalam proses menuju gelar santo.

Sementara itu, Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa lahirnya komunitas Sahabat Mgr. Gabriel Manek tidak terlepas dari peristiwa tersebut.

“Jika tidak ada peristiwa luar biasa ini, mungkin komunitas ini tidak akan terbentuk. Mujizat itu menjadi dasar lahirnya gerakan iman ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komunitas ini terbuka bagi umat yang merasa terpanggil untuk menjadi sahabat Mgr. Gabriel Manek, dengan meneladani kehidupan spiritualnya. Anggota komunitas diwajibkan aktif dalam kegiatan doa, devosi, adorasi, serta aksi sosial.

Selain kegiatan rohani, komunitas juga rutin melakukan kunjungan kasih ke panti asuhan, lansia, serta orang sakit dan berkebutuhan khusus. Menurut Adrianus, kehadiran komunitas ini diharapkan mampu menghadirkan kasih nyata di tengah masyarakat.

Saat ini, komunitas SMGM telah berkembang hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, termasuk Amerika Serikat, Kenya, Filipina, dan Australia. Hingga kini, tercatat lebih dari 140 komunitas telah terbentuk.

Komunitas ini juga secara rutin menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebagai forum konsolidasi dan pengembangan pelayanan. Munas keempat direncanakan akan digelar pada tahun 2027 di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Melalui siaran ini, para narasumber berharap masyarakat semakin mengenal sosok Mgr. Gabriel Manek serta tergerak untuk meneladani iman dan pengabdiannya.