dr. Christian Widodo Apresiasi Peran Pemuda GMIT dalam Prosesi Jalan Salib 2026

Prosesi diikuti oleh pemuda dari 40 gereja GMIT dengan sekitar 400 orang yang terlibat sebagai pemeran aktif.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menghadiri Prosesi Jalan Salib ke-10 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Kamis (2/4/2026), di Taman Nostalgia. Kegiatan ini mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan Kita.”

Prosesi Jalan Salib tersebut menjadi momentum bagi jemaat, khususnya kalangan pemuda, untuk merenungkan peristiwa sengsara Yesus Kristus sebagai wujud kasih bagi keselamatan umat manusia. Selain sebagai bentuk refleksi iman, kegiatan ini juga memperkuat nilai pengorbanan, kasih, serta pengharapan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini turut menjadi sarana mempererat persatuan dan solidaritas antar pemuda gereja di lingkup Klasis Kota Kupang. Prosesi diikuti oleh pemuda dari 40 gereja GMIT dengan sekitar 400 orang yang terlibat sebagai pemeran aktif.

Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada Keputusan Sidang Majelis Klasis Kota Kupang serta penunjukan Tim Pelayanan Prosesi Jalan Salib ke-10 Tahun 2026 oleh Majelis Klasis Harian Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada para pemuda GMIT yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Prosesi Jalan Salib bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam tentang pengorbanan, penderitaan, dan harapan akan kebangkitan.

“Prosesi ini mengajarkan bahwa di balik setiap penderitaan dan pergumulan hidup, selalu ada harapan. Karena itu, kita tidak boleh kehilangan harapan dalam situasi apa pun,” ujarnya.

Menurut dr.Christian Widodo, setiap orang memiliki “salib” atau tantangan hidup masing-masing, baik sebagai mahasiswa, pelayan gereja, aparatur sipil negara, maupun pemimpin daerah. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk tetap teguh, berani, dan setia dalam menghadapi setiap tantangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemuda tidak hanya sebagai penentu masa depan, tetapi juga sebagai penggerak masa kini.

“Pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan arah kehidupan saat ini. Karena itu, mereka diharapkan menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa takut tersebut.

Prosesi Jalan Salib dimulai dari Taman Nostalgia dan melewati sejumlah gereja di Kota Kupang sebagai titik perhentian atau etape peristiwa, yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus Kristus hingga penyaliban dan pemakaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semangat baru, iman yang semakin kuat, serta persaudaraan yang semakin erat di tengah masyarakat Kota Kupang.