dr. Christian Widodo Ingin Karnaval Budaya Jadi Event Tahunan Bertaraf Nasional

Hampir 50 komunitas ini etnis tampil, Kota Kupang rayakan kebhinekaan.

Oplus_131072

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengenakan busana adat Nagekeo, didampingi istrinya dr. Widya Cahya bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, secara resmi melepas Karnaval Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai daerah otonom, Sabtu (25/4/2026) di Bundaran Tirosa.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat-Nya, kita semua dapat hadir dalam keadaan sehat pada malam hari ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, karnaval budaya bukan sekadar parade, melainkan perayaan identitas Kota Kupang yang kaya akan keberagaman.

“Kita tidak hanya merayakan karnaval, tetapi merayakan jati diri Kota Kupang, yakni keberagaman dan kolaborasi yang harmonis. Perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan,” katanya.

Menurut dr. Christian Widodo, harmoni tidak berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam keberagaman.

“Harmoni bukan berarti sama, tetapi seimbang. Setiap orang memiliki keunikan, namun tetap dapat hidup berdampingan secara damai,” jelasnya.

Ia juga menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai suku, etnis, dan agama yang hidup rukun.

“Kota Kupang adalah miniatur Indonesia dan Nusa Tenggara Timur. Keberagaman yang ada telah terjaga dalam harmoni selama puluhan tahun,” tambahnya.

Karnaval budaya ini, lanjutnya, menjadi wadah bagi komunitas etnis untuk menampilkan kekayaan budaya yang selama ini belum terfasilitasi.

“Banyak komunitas ingin menampilkan busana adat dan tarian daerah, namun belum memiliki ruang. Malam ini menjadi wadah bagi mereka,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan dan warisan budaya bagi generasi mendatang.

“Kami berharap karnaval ini terus berkembang dan menjadi agenda yang dinantikan masyarakat, bahkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah,” katanya.

Wali Kota Kupang juga mengungkapkan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut, khususnya bagi pelaku industri kreatif dan UMKM.

“Banyak pelaku usaha yang terlibat, mulai dari perias, penyewa busana adat hingga penjual kain tenun. Ini menunjukkan ekonomi kreatif kita turut bertumbuh,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Kupang atas kontribusi dalam pembangunan kota.

“Perayaan ini bukan sekadar usia, tetapi perjalanan panjang penuh tantangan, pengorbanan, dan kebersamaan. Terima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang,” tutupnya.