Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua menggelar Expo Panggilan ke-3 Komunitas Hidup Bakti se-Kota Kupang, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua yang mengusung tema “Mendengarkan Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital.”
Expo Panggilan ke-3 yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, hingga tanggal 3 Mei 2026, menghadirkan beragam kegiatan rohani dan kreatif. Di antaranya tarian dari CIJ (TK Asisi), teater bayangan OMJM, aneka permainan dan kuis berhadiah, kegiatan SEKAMI KUB Mario Virgo, talkshow oleh Sr. Patricia, CJD, drama dari Komunitas Scholapios+, serta partisipasi SMAK Giovanni Kupang. Selain itu, terdapat misa pembukaan Bulan Maria dan kunjungan ke stan-stan pameran panggilan dari berbagai tarekat.
Dalam sambutan pembuka yang mewakili Wali Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, menekankan pentingnya peran rohaniwan dalam pembangunan kota. Ia menyampaikan bahwa kehadiran imam, biarawan, dan biarawati tidak hanya memperkuat kehidupan iman umat, tetapi juga berkontribusi dalam pendidikan, pelayanan sosial, dan pembentukan karakter masyarakat.
“Pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang moral, nilai, dan arah hidup manusia,” ujarnya.
Ia juga berharap Expo Panggilan dapat membantu generasi muda menemukan makna hidup yang lebih dalam. “Hidup bukan sekadar tentang apa yang dicapai, tetapi untuk apa seseorang dipanggil,” tambahnya.
Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Erick Kun, yang mewakili Uskup Agung Kupang, menyebut Expo Panggilan sebagai pameran UMKM yang menawarkan sukacita Injil dan kekhasan karisma setiap tarekat.
Menurut RD. Erick Kun, di tengah kebisingan dunia digital, suara Tuhan sering kali tertutup oleh arus informasi dan gaya hidup modern. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan panggilan hidup sebagai imam, suster, maupun bruder sebagai pilihan yang relevan dan bermakna.
“Stan-stan yang ada bukan sekadar pameran, tetapi ruang perjumpaan iman yang hidup,” ujarnya, sembari mengajak para peserta untuk memberikan kesaksian hidup yang ramah dan terbuka kepada kaum muda.
Lebih lanjut, Pastor Paroki Kolhua, RD. Longginus Bone, menjelaskan bahwa tema tahun ini terinspirasi dari pesan Almarhum Paus Fransiskus tentang tantangan dunia digital.
Ia menegaskan bahwa panggilan Tuhan hadir secara pribadi dalam keheningan, bukan dalam kebisingan.
“Di tengah banyaknya suara, hanya satu suara yang benar-benar memanggil dan memberi arah hidup,” katanya.
Ia menambahkan, Expo Panggilan bukan sekadar ajang promosi, melainkan sarana refleksi iman agar umat berani bertanya, “Tuhan, apa kehendak-Mu dalam hidupku?”
Sementara itu, Ketua Panitia Expo Panggilan ke-3, Frater Devid Lisu, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 17 kongregasi dan didukung empat pelaku UMKM lokal yang menjual kain tenun serta produk pangan.
Menurut Frater Devid Lisu, tujuan utama expo ini adalah memperkenalkan ragam panggilan dalam Gereja Katolik, tidak hanya sebagai imam diosesan, tetapi juga dalam berbagai tarekat seperti SVD, CMF, maupun kongregasi suster lainnya.
Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kegiatan ini telah membuahkan hasil nyata, di mana seorang peserta memutuskan untuk masuk biara setelah mengikuti expo.
“Harapan kami, semakin banyak kaum muda di Kota Kupang yang berani menanggapi panggilan hidupnya,” ujarnya.














