Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Saboak (Sunday Market Buat Orang Kupang) merupakan program inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang menggabungkan konsep pasar rakyat dan pusat ekonomi kreatif.
Program ini bertujuan memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya sekaligus menghidupkan kembali fungsi ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Sejak diluncurkan pada 21 Juni 2025, program Saboak diselenggarakan di Taman Nostalgia (Tamnos) Kupang dan direncanakan berlangsung selama satu tahun. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas promosi produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kota Kupang.
Dalam sambutannya pada Minggu, 21 Juni 2026, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menjelaskan alasan dipilihnya Taman Nostalgia sebagai lokasi pelaksanaan Saboak.
Menurut Wali Kota Kupang, Tamnos memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di pusat Kota Kupang serta didukung oleh lanskap taman yang telah tertata dengan baik. Ia menilai taman tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih menarik dan nyaman bagi masyarakat.
“Tamnos berada di jantung kota dan memiliki lanskap yang sangat baik. Taman ini sebenarnya sudah indah, hanya membutuhkan sedikit sentuhan dan perhatian agar menjadi ruang publik yang semakin nyaman dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain faktor lokasi, Wali Kota Kupang juga menyatakan fungsi ekologis yang dimiliki Tamnos. Keberadaan bebatuan karang, pepohonan rindang, dan lingkungan yang asri dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan tersebut.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang berupaya mengintegrasikan fungsi ekologis dengan fungsi pariwisata melalui konsep ekowisata. Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menggabungkan fungsi ekologis dan fungsi pariwisata sehingga kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi ekowisata. Pada akhirnya, seluruh aktivitas yang tercipta harus bermuara pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang berpartisipasi di dalamnya,” kata dr. Christian Widodo.
Ia menegaskan bahwa pengembangan Tamnos tidak hanya berorientasi pada keindahan dan pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui Saboak, fungsi ekologis, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat berjalan beriringan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di Kota Kupang.













