Desa Raenyale Prioritaskan Ketahanan Pangan untuk Dorong Kemandirian Masyarakat

Ketahanan pangan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.

Seba, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, terus memperkuat program ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan desa.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi lahan kering, pengembangan komoditas unggulan, penguatan kelompok tani, serta pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung sektor pertanian produktif.

Penjabat Kepala Desa (Pj) Raenyale, Lukas Aju Bunga, mengatakan bahwa ketahanan pangan memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai wartawan di Hotel Harper Kupang, Kamis (25/6/2026).

“Pemerintah desa berupaya agar masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sendiri, tetapi juga dapat menghasilkan surplus produksi yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, sektor pertanian menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan desa,” ujarnya.

Menurut Lukas, pemerintah desa terus mengarahkan berbagai program pembangunan pada sektor pertanian dengan memanfaatkan potensi lahan kering yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana produksi pertanian, penguatan kelompok tani, serta optimalisasi penggunaan Dana Desa.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah komoditas unggulan yang terus dikembangkan di Desa Raenyale meliputi padi, jagung hibrida, dan berbagai jenis kacang-kacangan yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat.

Selain itu, pemerintah desa juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian sederhana guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani masyarakat.

Lukas menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani hingga masyarakat.

“Ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan secara instan. Dibutuhkan kerja sama dan komitmen bersama agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal serta hasil pertanian masyarakat terus meningkat,” katanya.

Ia berharap berbagai program yang telah berjalan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat Desa Raenyale sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani.

Menurut Kades Raenyale, ketahanan pangan tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.