Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS KAK) melepas sebanyak 140 calon lulusan dalam Misa Perutusan “Missio Canonica” yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki St. Maria Assumpta.
Dipimpin secara langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni yang didampingi sejumlah konselebrans, Perayaan Ekaristi itu menjadi tanda pelepasan para calon lulusan untuk berkarya ke tengah masyarakat.
Dalam homilinya, Mgr. Hironimus mendorong calon lulusan STIPAS KAK untuk menjadi pewarta sabda, pelayan injil, dan saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ia menekankan pentingnya keselarasan iman dan moral mereka sebagai representasi gereja.
Lebih lanjut, Mgr. Hironimus juga menyoroti aneka persoalan yang saat ini sedang terjadi, khususnya dalam konteks gereja lokal Keuskupan Agung Kupang, antara lain kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, penyalahgunaan teknologi, kerusakan lingkungan, dan lunturnya nilai-nilai iman.
Menghadapi permasalahan tersebut, Uskup Agung Kupang menekankan pentingnya hidup doa yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan untuk menghadirkan keadilan di tengah dunia.
Ia juga menegaskan bahwa kehendak untuk mengikuti Kristus menuntut keberanian dalam mengambil sikap, bahkan ketika pilihan itu tidak populer dan mengandung risiko. Tuntutan itu menurutnya, mesti diwujudkan dalam kesetiaan kepada injil, bukan pada kepentingan pribadi masing-masing.
Tak berhenti di situ, Uskup Agung ketiga yang memimpin Keuskupan Agung Kupang itu, turut mengajak calon lulusan STIPAS KAK untuk menghayati panggilan di era digital, di mana gereja membutuhkan para pewarta yang mampu menjembatani injil dengan konteks zaman.
Sebagai calon katekis, lulusan STIPAS KAK ditantang untuk tidak sekadar pandai menyampaikan ajaran gereja, tetapi juga mampu mendengarkan dan memahami umat, dengan menjadi penuntun yang menghadirkan pengharapan.
Mgr. Hironimus berharap nantinya lulusan STIPAS KAK mampu membangun semangat sinodal, khususnya bersama para imam, umat, dan kaum religius di gereja lokal Keuskupan Agung Kupang, sebagai simbol pelayanan gereja yang selalu berangkat dari pengalaman bersama sebagai satu tubuh Kristus.
Diharapkannya, ke mana pun lulusan STIPAS KAK diutus, maka akan selalu ada pertumbuhan iman, harapan, dan kasih, sehingga semakin banyak orang yang merasakan kehadiran Allah.
Adapun STIPAS KAK berdiri sejak tahun 2002, dan hingga kini memiliki satu Program Studi, yakni Pendidikan Keagamaan Katolik, yang telah melahirkan ribuan alumni yang berkarya di berbagai wilayah.














