Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – SD Negeri 3 Oepura, Kota Kupang, memfokuskan seluruh program pembelajaran pada penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter pada tahun ajaran 2026/2027. Langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi sekolah dengan program prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.
Kepala SDN 3 Oepura, Elisabeth Ruth Deku, S.Pd.SD, mengatakan, ketiga program tersebut menjadi arah utama pengembangan sekolah. Menurutnya, keberhasilan penguatan literasi, numerasi, dan karakter tidak mungkin dicapai hanya melalui peran guru di ruang kelas, melainkan memerlukan keterlibatan aktif orang tua serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Saat ini kami memfokuskan tiga program utama, yaitu literasi, numerasi, dan karakter. Program ini kami jalankan selaras dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Untuk mendukung pelaksanaannya, kami telah membentuk tim, menyusun visi dan misi sekolah yang mengakomodasi ketiga program tersebut, serta membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, dan berbagai instansi yang dapat memberikan dukungan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Elisabeth, implementasi program dimulai melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari di lingkungan sekolah. Berbagai aktivitas dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca, menguatkan kemampuan berhitung, sekaligus membentuk karakter peserta didik secara bertahap.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter maupun peningkatan kemampuan literasi dan numerasi merupakan proses yang membutuhkan waktu, konsistensi, serta keteladanan dari seluruh murid sekolah.
“Karakter tidak dibentuk dalam satu hari. Semua memerlukan proses dan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Karena itu kami menerapkan berbagai kebiasaan positif yang mengacu pada Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan delapan dimensi Profil Lulusan sebagaimana diarahkan Kementerian Pendidikan dan diteruskan oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang,” katanya.
Elisabeth mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi sekolah bukan pada aspek teknis, melainkan membangun budaya baru agar literasi, numerasi, dan pendidikan karakter benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Sejauh ini belum ada kendala yang menjadi hambatan besar. Tantangan utamanya adalah membangun kebiasaan baru. Selama ini pembiasaan literasi, numerasi, dan karakter belum berjalan secara optimal. Karena itu dibutuhkan komitmen, kesabaran, dan kerja sama seluruh guru agar budaya tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan program, sekolah juga menjalin kemitraan dengan orang tua melalui kesepakatan bersama agar proses pendidikan tidak berhenti ketika peserta didik meninggalkan lingkungan sekolah.
“Kami ingin orang tua ikut mendampingi anak belajar di rumah karena rumah merupakan sekolah pertama bagi anak, sedangkan sekolah menjadi tempat belajar kedua. Pendidikan akan berhasil apabila keluarga dan sekolah berjalan seiring dalam mendidik anak,” tutur Elisabeth.
Ia berharap penguatan literasi, numerasi, dan karakter dapat menjadi budaya sekolah yang terus berkembang sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
“Harapan kami, program ini dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Dengan bekal itu mereka diharapkan mampu tumbuh menjadi Generasi Emas Indonesia yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 3 Oepura memiliki 438 peserta didik, didukung 24 tenaga pendidik dan 4 tenaga orang kependidikan. Potensi sumber daya tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi sekolah dalam mengoptimalkan implementasi program peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada penguatan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik.














