Solidaritas bagi Korban Gempa: Tim JPIC SVD Ende, SSpS, bersama Relawan Hadir di Malapoma

Dalam kegiatan tersebut, tim relawan menyalurkan bantuan kepada 85 kepala keluarga, sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan bagi masyarakat.

Tim JPIC SVD Ende bersama SSpS dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores menggelar aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Lingkungan Malapoma, Stasi Jawa Tiwa, Paroki Boanio.

Mbay, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Tim JPIC SVD Ende bersama SSpS dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores menggelar aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Lingkungan Malapoma, Stasi Jawa Tiwa, Paroki Boanio, pada Sabtu – Minggu (06-07/09)

Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dalam kegiatan tersebut, tim relawan menyalurkan bantuan kepada 85 kepala keluarga, sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan bagi masyarakat.

Provinsial SSpS Bagian Timur, Sr. Thomasin Tere Beding, SSpS, yang juga tergabung dalam tim relawan, menjelaskan bahwa pemilihan Lingkungan Malapoma sebagai lokasi pelaksanaan aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk komitmen tim untuk selalu berusaha membantu mereka yang berada di wilayah sulit.

Ia menjelaskan bahwa pasca gempa Flores, banyak pihak telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Namun, bantuan-bantuan tersebut sering kali belum sepenuhnya menjangkau mereka yang terdampak di wilayah-wilayah tertentu. Karena itu, tim (JPIC SVD Ende, SSpS, dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores) memilih lokasi dan penerima bantuan berdasarkan hasil assessment lapangan agar bantuan dapat diberikan kepada mereka di wilayah sulit yang belum atau kurang mendapat perhatian.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan 20 orang relawan yang terdiri atas Imam, Biarawati, Frater, Karyawan SVD/SSpS, Mahasiswa-Mahasiswi IFTK Ledalero, dan Siswa-Siswi SMA Bhaktyarsa Maumere.

Dalam kegiatan tersebut, tim relawan menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa beras, obat-obatan, terpal, kasur tidur, selimut, perlengkapan mandi, serta susu untuk para lansia.

Pater Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD, yang juga tergabung dalam tim relawan, menyampaikan bahwa peristiwa bencana alam seperti gempa bumi menyadarkan manusia akan kerapuhannya di tengah penderitaan. Pasca gempa, ada korban yang meninggal dunia dan mengalami luka-luka, sementara rumah-rumah mengalami kerusakan bahkan roboh. Semua itu menunjukkan betapa rapuhnya kehidupan manusia ketika berhadapan dengan kekuatan alam.

Namun, di sisi lain, menurut Pater Otto, kerapuhan tersebut juga membuka ruang perjumpaan dan solidaritas di antara banyak orang. Setelah gempa Flores terjadi, banyak orang dari berbagai tempat datang dan menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat Flores.

Lebih lanjut, Pater Otto Gusti juga mengangkat keluhan masyarakat yang merasa belum puas terhadap bentuk perhatian negara kepada para korban bencana gempa bumi. Karena itu, ia turut memberikan kritik terhadap situasi tersebut dan menekankan pentingnya perhatian yang lebih serius kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Selain itu, Pater Otto menegaskan bahwa Flores merupakan salah satu wilayah yang rawan gempa bumi. Bencana gempa merupakan fenomena alam yang terjadi di luar kendali manusia. Karena itu, berhadapan dengan situasi tersebut, setiap orang perlu mengambil langkah-langkah mitigasi, misalnya dengan membangun rumah yang kuat atau tahan gempa, sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban ketika gempa bumi terjadi.

Di akhir perjumpaan, Antonius Api selaku Ketua Lingkungan Malapoma menyampaikan terima kasih kepada tim relawan dan semua pihak yang telah hadir dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Lingkungan Malapoma. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus saling mendoakan dan saling mendukung di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.

Sementara itu, Fr. Rio Ledo, SVD, selaku ketua rombongan, juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh umat yang telah bersedia menerima kehadiran tim relawan. Fr. Rio turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dari tim, khususnya apabila ada masyarakat yang merasa bantuan yang diberikan masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Tim JPIC SVD Ende, SSpS, dan Perkumpulan Relawan Kemanusiaan Flores berusaha menghadirkan semangat solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudari yang terdampak gempa.