Mahasiswa UNWIRA Belajar Kewirausahaan melalui Praktik Bisnis

Mengapa Mahasiswa Harus Mengenal Kewirausahaan?

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang didorong untuk mengenal kewirausahaan melalui pengalaman praktik bisnis secara langsung.

Hal tersebut mengemuka dalam program Gen-Z Bicara yang digelar Radio TIRILOLOK dengan topik “Mengapa Mahasiswa Harus Mengenal Kewirausahaan?” di Studio Radio TIRILOLOK, Rabu, (9/9/2026).

Dialog interaktif tersebut menghadirkan dua mahasiswa Program Studi Manajemen UNWIRA Kupang, Julian Barbara Lipat Mukin dan Olimpha Welin Pegan.

Julian Barbara Lipat Mukin menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan mahasiswa adalah Komang, bisnis minuman khas Nusa Tenggara Timur yang mengangkat kopi Manggarai dengan inovasi biskil dan gula lontar. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari produk lokal NTT.

“Komang ini merupakan usaha minuman khas NTT yang mengangkat kopi Manggarai dengan inovasi biskil dan gula lontar. Bahan-bahan yang kami gunakan semuanya berasal dari produk lokal NTT,” ujarnya.

Komang juga menjadi bagian dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), program pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha.

Menurut Julian Barbara Lipat Mukin, melalui P2MW mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengelola dana hibah sekaligus menjalankan usaha secara langsung.

“Melalui P2MW, kami tidak hanya mendapatkan pendanaan, tetapi juga belajar bagaimana mengelola usaha secara nyata, mulai dari menyusun konsep bisnis sampai menghadapi persaingan di dunia usaha,” ujarnya.

Ia mengatakan, program tersebut memiliki tahapan seleksi yang cukup ketat karena mahasiswa harus bersaing dengan calon wirausahawan muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam pengembangan usaha, tim Komang melihat peluang dari pemanfaatan biji kelor yang selama ini masih banyak terbuang. Berbagai jurnal dan referensi akademik kemudian digunakan sebagai dasar dalam pengembangan produk.

“Setelah proposal kami dinyatakan lolos seleksi, pendanaan mulai dicairkan pada Juni 2026. Kemudian operasional usaha mulai kami jalankan pada awal Juli 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Olimpha Welin Pegan mengatakan ketertarikannya mengikuti P2MW berawal dari ajakan rekan mahasiswa ketika memasuki semester empat.

“Saya tertarik mengikuti P2MW karena diajak oleh teman. Saat itu saya melihat program ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru di luar pembelajaran teori di kelas,” ujarnya.

Menurut Olive, pengalaman praktik di lapangan penting bagi mahasiswa karena penerapan teori tidak selalu sama dengan kondisi nyata di dunia usaha.

“Dari pengalaman yang kami dapat, teori yang dipelajari di kelas tidak selalu sama ketika diterapkan di lapangan. Karena itu, pengalaman langsung sangat penting, termasuk dengan arahan dari dosen pembimbing,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan zaman dan era digital turut membawa perubahan dalam praktik bisnis. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama di era digital seperti sekarang, karena dunia bisnis juga terus mengalami perubahan,” ujarnya.

Keikutsertaan dalam P2MW menjadi salah satu cara bagi mahasiswa UNWIRA untuk mengembangkan pengalaman, kreativitas, dan kemampuan kewirausahaan melalui praktik langsung. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami dunia usaha secara lebih konkret di luar pembelajaran akademik.