Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Generasi Z Bicara dengan topik “Menjadi Doktor di Usia Muda”, Rabu (23/9/2026). Dialog yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK tersebut menghadirkan Dr. Talita Tlonaen, dosen Program Studi Pendidikan Agama Kristen, IAKN Kupang.
Dalam dialog interaktif tersebut, Talita membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya, mulai dari jenjang sarjana hingga menyelesaikan pendidikan doktoral. Ia menjelaskan bahwa setiap jenjang pendidikan memiliki tuntutan dan proses pembelajaran yang berbeda.
Menurut Talita, perbedaan utama pendidikan S1, S2, dan S3 terletak pada kedalaman proses belajar serta penerapannya dalam kehidupan.
Pada jenjang S1, mahasiswa lebih banyak diarahkan untuk membangun dasar pengetahuan dan mengikuti proses pembelajaran. Memasuki jenjang S2 dan S3, tuntutan akademik berkembang pada kemampuan melakukan penelitian, mengembangkan pemikiran secara lebih mendalam, serta terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Pendidikan itu bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Ada proses yang harus dijalani, dan pengetahuan yang diperoleh harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Talita.
Ia menekankan bahwa pencapaian gelar akademik seharusnya tidak menjadi tujuan akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, pendidikan perlu diwujudkan melalui karya dan kontribusi nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengalaman menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral juga menjadi bagian dari proses pembentukan diri dan pengembangan kapasitas. Bagi Talita, setiap jenjang pendidikan memberikan pengalaman dan tanggung jawab yang semakin besar untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan.
Melalui program Generasi Z Bicara, Talita juga mendorong generasi muda untuk memandang pendidikan sebagai proses jangka panjang. Menurutnya, motivasi belajar perlu dibangun bukan semata-mata demi memperoleh gelar, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi lingkungan sekitar.
Perjalanan pendidikan tersebut menunjukkan bahwa gelar bukanlah akhir dari proses belajar. Pendidikan menjadi bermakna ketika pengetahuan yang diperoleh mampu melahirkan karya, memberi manfaat, dan menghadirkan perubahan bagi masyarakat.














