Rayakan Dies Natalis ke – 44, UNWIRA Utus Lulusan ke Tengah Masyarakat

Kehadiran UNWIRA sebagai komunitas akademik yang dipanggil untuk tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, melainkan menciptakan manusia yang mampu memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang berdampak bagi kehidupan, tanpa mengabaikan alam semesta.

Perayaan Ekaristi memperingati Dies Natalis UNWIRA ke - 44 sekaligus perutusan calon wisudawan/wisudawati

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), lembaga perguruan tinggi di bawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (YAPENKAR) Kupang, terus menunjukkan eksistensinya dalam membangun manusia pembangun. Hal itu terbukti, selama 44 tahun UNWIRA telah menjadi salah satu penyumbang lulusan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan daerah, gereja, bangsa, dan negara.

Berdiri sejak 24 September 1982, UNWIRA kini memiliki 7 Fakultas dan 22 Program Studi. Tahun ini, UNWIRA merayakan usia karya pelayanannya yang ke – 44. Menandai perjalanan panjang tersebut, diselenggarakan Perayaan Ekaristi memperingati Dies Natalis UNWIRA, pada Kamis (24/9) bertempat di Kapela Sakramen Mahakudus Kampus Penfui, yang sekaligus menjadi momentum perutusan para calon lulusan ke tengah masyarakat.

Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., MA dalam homilinya, memaknai kehadiran UNWIRA sebagai komunitas akademik yang dipanggil untuk tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, melainkan menciptakan manusia yang mampu memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang berdampak bagi kehidupan, tanpa mengabaikan alam semesta.

Kepada para calon tamatan UNWIRA, P. Stef berpesan untuk tidak hanya mengutamakan ijazah, namun berani membawa integritas, belas kasih, dan tanggung jawab untuk tetap menghidupkan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan zaman saat ini. Terhadap maraknya penggunaan kecerdasan buatan, ia menyoroti pentingnya berpegangan pada kekuatan hati nurani, demi menjadikan pekerjaan dan panggilan hidup sebagai sarana untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Rektor UNWIRA periode 2025-2029 itu juga menekankan esensi UNWIRA sebagai rumah pendidikan yang mencerdaskan akal budi, membentuk hati nurani, memuliakan martabat manusia, dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Baginya, UNWIRA harus tetap menjadi tempat untuk melahirkan generasi yang cerdas, beriman, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Adapun prosesi wisuda UNWIRA periode II Tahun 2026 akan berlangsung pada Sabtu (26/9) di Aula St. Maria Immaculata, yang akan melepas sebanyak 962 alumnus untuk berkarya di berbagai bidang pengabdian ke depan.