Credit Union Dinilai Berperan dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat

Peran Credit Union dalam Model Bisnis Pemberdayaan Masyarakat.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Credit Union dinilai tidak hanya berperan dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui penguatan modal finansial, modal sosial, serta kapasitas anggota.

Hal itu disampaikan George Hormat saat menjadi narasumber dalam talkshow TIRILOLOK Solidarity Hour yang digelar Radio TIRILOLOK bekerja sama dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang, Jumat, (2/10/2026).

Acara Talkshow yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK tersebut mengangkat tema “Peran Credit Union dalam Model Bisnis Pemberdayaan Masyarakat.”

Dalam dialog interaktif itu, George Hormat menjelaskan perbedaan antara pengorganisasian masyarakat dan pekerjaan profesional dalam bidang pengembangan masyarakat atau community development.

Menurut Gege, pengorganisasian masyarakat memiliki perhatian yang lebih luas karena melihat persoalan kemiskinan dan ketertindasan sebagai persoalan struktural. Pendekatan tersebut juga mencakup advokasi untuk mendorong perubahan terhadap struktur yang menyebabkan ketimpangan.

Sementara itu, pemberdayaan masyarakat lebih menekankan upaya menghimpun masyarakat untuk berkolaborasi, memanfaatkan berbagai kekuatan yang dimiliki, serta membangun kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Gege mengatakan kedua pendekatan tersebut tetap dibutuhkan dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Dalam perspektif sustainable livelihood, terdapat sejumlah aset yang dapat mendukung kemampuan masyarakat untuk bertahan dan meningkatkan kesejahteraan. Aset tersebut meliputi modal manusia, modal alam, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial.

Selain lima aset tersebut, terdapat pula aspek ideologi atau kebudayaan, kelembagaan, dan relasi kekuasaan.

Gege menjelaskan, dua aspek tambahan tersebut sering kali kurang mendapat perhatian dalam proses pemberdayaan masyarakat, meskipun memiliki peran penting dalam gerakan perubahan sosial.

“Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berbicara tentang bagaimana masyarakat mendapatkan akses terhadap sumber daya, tetapi juga bagaimana berbagai kekuatan yang dimiliki dapat dikombinasikan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Gege.

Dalam konteks Credit Union, menurut Gege, gerakan pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Credit Union juga dapat berperan dalam memperkuat modal finansial dan modal sosial, sekaligus meningkatkan kapasitas serta kecakapan anggota.

Ia menjelaskan, kemampuan masyarakat untuk bertahan dan meningkatkan kesejahteraan sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengombinasikan berbagai aset yang dimiliki.

Karena itu, penguatan modal finansial perlu berjalan bersama dengan penguatan modal sosial dan kapasitas manusia.

Melalui pendekatan tersebut, Credit Union dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong anggota mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan.