Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus di Bukit Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Senin (5/10/2026).
Peletakan batu pertama tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki dan disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Wakil Ketua I DPRD NTT, Ketua DPRD Kota Kupang, pimpinan Perumda Air Minum Tirta Lontar Kabupaten Kupang, Direktur Utama Bank NTT, Rektor Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, perwakilan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang dan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, dewan juri sayembara Patung Kristus, Sekda Kabupaten Kupang, para camat, lurah, kepala desa, serta undangan lainnya.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari visi menuju “Kabupaten Kupang Emas”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi, M.Si dan dan Vikjen Keuskupan Agung Kupang, Krispinus Saku, Pr, turut memberikan dukungan terhadap pembangunan yang diharapkan menjadi bagian dari kemajuan Kabupaten Kupang.
Kehadiran Gubernur NTT bersama Bupati Kupang disambut dengan penampilan paduan suara Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan bahwa pembangunan Patung Kristus merupakan rencana besar yang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Kupang dan NTT, tetapi juga dapat menjadi kebanggaan Indonesia.
Ia menyebut, dengan total komposisi bangunan yang direncanakan mencapai sekitar 70 meter, pembangunan tersebut memiliki potensi menjadi salah satu ikon berskala nasional bahkan internasional.
Gubernur NTT juga mendorong agar pemerintah daerah terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak di Jakarta sehingga pembangunan tersebut mendapat dukungan yang diperlukan.
Menurut Melki Laka Lena, keberadaan Patung Kristus nantinya tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan pembangunan Patung Kristus merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi persembahan terbaik kepada Tuhan.
“Kami yakin uang ini adalah uang negara. Tetapi ingat, ini juga berkat Tuhan. Karena itu, apa yang menjadi bagian rakyat harus kami berikan kepada rakyat,” kata Yosef Lede dalam sambutannya.
Ia mengatakan, meski terdapat pihak yang meragukan pembangunan tersebut, pemerintah Kabupaten Kupang tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan dukungan berbagai pihak.
“Banyak orang meragukan, tetapi Tuhan selalu memberikan jalan. Itu menjadi dorongan bagi kami untuk mempersembahkan yang terbaik,” ujarnya.
Menurut Yosef Lede, lokasi pembangunan Patung Kristus memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Pulau Semau yang menghadap ke arah Kota Kupang, wilayah Kabupaten Kupang hingga Timor.
Kawasan seluas sekitar tiga hektare tersebut diharapkan berkembang menjadi kawasan wisata baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Yosef juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah menyediakan lahan serta para pemuka agama, pemerintah, DPRD, dan masyarakat yang memberikan dukungan melalui doa maupun partisipasi dalam pembangunan.
Ia menargetkan pembangunan kawasan tersebut dapat diselesaikan pada 2028.
“Kami akan bekerja bersama-sama dengan pimpinan DPRD, anggota DPRD dan seluruh jajaran pemerintah. Kami yakin pembangunan ini dapat diselesaikan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas mengatakan peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar awal pembangunan sebuah bangunan fisik, tetapi juga diharapkan menjadi simbol iman, harapan, kasih, dan persatuan masyarakat Kabupaten Kupang dan NTT.
Menurut Daniel, keberadaan Patung Kristus diharapkan menjadi pengingat untuk menjaga persaudaraan, membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan toleran.
Selain memiliki nilai spiritual, pembangunan tersebut juga diharapkan menjadi destinasi wisata religi yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
“Dengan demikian, keberadaan Patung Kristus nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pulau Semau melalui pengembangan sektor pariwisata, usaha mikro, perdagangan, serta pemberdayaan masyarakat lokal,” ujarnya.
DPRD Kabupaten Kupang, kata Daniel, mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Marthen Kinov Timate menjelaskan bahwa pembangunan Patung Kristus merupakan bagian dari visi pembangunan daerah menuju Kabupaten Kupang Emas.
Patung tersebut dirancang memiliki sejumlah fungsi, antara lain sebagai landmark Kabupaten Kupang, destinasi wisata religi, ruang spiritual dan perenungan, destinasi budaya dan sejarah, ruang publik, serta penggerak ekonomi lokal.
Kawasan Patung Kristus direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar tiga hektare yang dihibahkan oleh keluarga pemilik lahan di Desa Hansisi.
Selain patung sebagai landmark utama, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan podium, plaza utama, kantor pengelola, guest house, sekitar 20 unit vila, gerbang kawasan, kolam, elemen lanskap, area parkir, gazebo, jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, fasilitas pelayanan pengunjung, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Patung Kristus direncanakan memiliki tinggi sekitar 50 meter dan berdiri di atas bangunan podium setinggi 20 meter, sehingga keseluruhan komposisi bangunan mencapai sekitar 70 meter.
Pembangunan fisik direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Tahap pertama pada 2026 meliputi mobilisasi, pengukuran dan pematokan, persiapan serta pembersihan lahan, penyediaan fasilitas kerja, pengamanan kawasan, pembangunan pagar keliling, serta pekerjaan struktur utama patung.
Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan yang diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Kupang, sekaligus simbol kasih, persaudaraan, perdamaian, harapan, dan penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di Pulau Semau.














