Rayakan Pentakosta, Umat Katolik Diharapkan untuk Hidup dalam Roh

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Domi Kaju, SVD dan diikuti oleh anggota komunitas, baik imam maupun biarawan

Penyiar Radio TIRILOLOK, Katarina Lamablawa bersama Rektor UNWIRA, P. Dr. Philipus Tule, SVD usai Perayaan Ekaristi Pentakosta di Biara Soverdi Oebufu

Pasca perayaan Minggu Paskah yang merupakan peringatan peristiwa kebangkitan Yesus Kristus, umat Katolik sejagat raya memasuki masa Paskah selama 50 hari, hingga berpuncak pada Pentakosta yang merupakan peringatan turunnya Roh Kudus atas para rasul.

Gereja Katolik di seluruh dunia menggelar Perayaan Ekaristi Pentakosta, termasuk di komunitas Biara Soverdi Kupang pada Minggu (19/5). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Domi Kaju, SVD dan diikuti oleh anggota komunitas, baik imam maupun biarawan. Sejumlah umat di luar komunitas tersebut turut menghadiri perayaan itu, sebagaimana yang juga terjadi dalam misa-misa lainnya.

Dalam homilinya, P. Domi menyebut Pentakosta sebagai awal terlahirnya kembali hukum cinta kasih Kristus tidak hanya bagi umat Israel, namun bagi seluruh bangsa. Ditambahkannya bahwa hukum tersebut memang tidak dipahat pada dua batu, melainkan terukir dalam hati sanubari manusia itu sendiri.

P. Domi juga menuturkan bagaimana Allah yang penuh kasih bukan saja memberikan pedoman-pedoman untuk hidup yang baik, tetapi juga rohNya agar manusia sanggup bersaksi tentang kasih. Di mana Roh Allah bersaksi, di sana akan tercipta saling pengertian, saling memberi, saling menerima, dan saling mengampuni. Roh Tuhan membawa keajaiban baru untuk hidup damai dan sejahtera.

Lebih lanjut, P. Domi menjelaskan bahwa hidup yang bermutu adalah hidup yang dibimbing oleh roh. Sama halnya yang dikatakan oleh St. Paulus yakni kebebasan kristiani bukannya terdapat dalam hasrat untuk mengikuti keinginan daging, melainkan untuk hidup dalam roh.

P. Domi mengutip isi ayat Alkitab dari Galatia 5:21 yang mengingatkan manusia akan kehidupan menurut daging yang tidak bermutu dan tidak bakal diselamatkan. Sebaliknya, hidup yang dipimpin oleh Roh Allah seperti saling mengasihi, selalu bergembira dan bersukacita, mempunyai hati yang tenang dan sabar, dapat menguasai diri, berlaku baik terhadap orang lain, setia dan rendah hati adalah keutamaan dalam hidup yang bermutu. Itulah gambaran orang-orang beriman yang sudah menjadi milik Kristus dan telah menyalibkan dagingdengan segala hawa nafsunya.

Adapun Biara Soverdi St. Arnoldus Janssen terletak di Jl. Soverdi, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Biara ini merupakan komunitas Serikat Sabda Allah (SVD) terlibat dalam karya pelayanan di beberapa lembaga di Kota Kupang, termasuk lembaga pendidikan dan media massa.