Dorong Industri Film NTT, Prodi Ilmu Komunikasi UNDANA Gelar Nobar Sinematografi

Sebanyak sembilan film yang berhasil diproduksi, kemudian dipertontonkan dalam Nobar Sinematografi pada Senin (03/06) bertempat di Ruang Theater Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA.

Nobar Sinematografi Prodi Ilmu Komunikasi UNDANA

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Industri film Nusa Tenggara Timur terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Demi mendorong lahirnya sineas-sineas muda NTT ke depan, maka Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) menghadirkan mata kuliah Sinematografi, yang secara khusus memperkenalkan berbagai hal seputar dunia perfilman kepada para mahasiswa.

Sebagai puncak aktivitas perkuliahan, para mahasiswa semester VI yang mengambil program mata kuliah Sinematografi diwajibkan untuk membuat produk film. Sebanyak sembilan film yang berhasil diproduksi, kemudian dipertontonkan dalam Nobar Sinematografi pada Senin (03/06) bertempat di Ruang Theater Ilmu Komunikasi FISIP UNDANA.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Maria Dolorosa Via Pabha Swan, S.Sos., M.Med.Kom selaku dosen pengampuh mata kuliah Sinematografi bersama dua dosen lainnya, Silvania S.E. Mandaru, S.Sos., M.Comn dan Rafael Miku Beding, menjelaskan bahwa pihaknya ingin agar para mahasiswa tidak hanya mempelajari sinematografi secara teori, namun juga menghasilkan karya dalam bentuk film.

Para mahasiswa dibagi ke dalam sejumlah kelompok, yang masing-masing mempresentasikan konsep film yang mereka rancang pada Ujian Tengah Semester. Setelahnya, proses produksi mulai dilakukan, dengan arahan dan bimbingan Rafael Beding yang juga merupakan anggota Komunitas Film Kupang (KFK) dan sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia film. Para mahasiswa dilatih untuk mengenal proses produksi film, termasuk teknik lighting, pengambilan gambar, dan sebagainya.

Tak hanya itu, selama masa perkuliahan, Prodi Ilmu Komunikasi UNDANA juga mendatangkan sejumlah dosen tamu dari KFK yang berbagi pengalaman mereka seputar pembuatan film. Maria berharap bahwa ke depan para mahasiswa mampu menjadi sineas yang melahirkan karya-karya sinematografi yang baik dan mendukung kemajuan industri film NTT.

Adapun sembilan film yang diproduksi adalah “Lampu Neon Mimpi Kelam”, “Seratus Ribu untuk Lisa”, “Ego”, “Rintih”, “Tikungan Waktu”, “Kuan Bale”, “Kembali”, “Makan”, dan “Senja”.