Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menyelenggarakan kuliah umum bertema “Penemuan Senyawa Aktif Obat Melalui Pendekatan Etnomedisin dan Kimia Komputasi,” pada Rabu (06/05).
Bertempat di Aula St. Paulus Rektorat Kampus Penfui, kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Dr. apt. Burhan Ma’arif ZA, M.Farm, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan Dr. Maximus M. Taek, M.si, akademisi UNWIRA Kupang.
Dalam pemaparan materinya, Dr. Burhan mengangkat topik “Pendekatan Terintegrasi In Silico dan Kecerdasan Buatan dalam Penemuan Senyawa Aktif Obat dari Struktur Molekul ke Prediksi Aktivitas Biologis”, yang menekankan tentang pendekatan penelitian Kimia dan Farmasi yang menggunakan simulasi komputer, algoritma dan pemodelan matematika untuk mempelajari struktur, sifat, dan interaksi molekul.
Sementara itu, Dr. Maximus membahas tema pembicaraan, “Pendekatan Kimia dalam Pengembangan Obat Berbasis Etnomedisin”, yang fokus menguraikan etnomedisin sebagai sistem pengobatan dan perawatan kesehatan manusia secara turun temurun oleh suatu etnis yang bersumber dan kearifan lokal setempat.
Kepada Radio TIRILOLOK, Ketua Program Studi Kimia FST UNWIRA, Gertreda Lakumakulita, S.Si., M.Sc menyebut bahwa pelaksanaan kuliah umum tersebut sebagai ruang untuk mengulas berbagai penelitian dan penemuan terkait pengembangan tanaman obat yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia berharap bahwa pengembangan tanaman obat di sekitar, tidak hanya berhenti pada forum tersebut, namun dapat terwujud dalam kerja sama yang lebih besar antar perguruan tinggi sehingga dapat menghasilkan aneka produk. Ia mendorong kolaborasi berkelanjutan sesama akademisi untuk mengembangkan penggunaan tanaman obat sebagai alernatif yang dibutuhkan dewasa ini.
Di akhir pernyataannya, ia mengharapkan agar pengelolaan tanaman obat dapat menjadi keunggulan Program Studi Kimia FST UNWIRA sebagai ciri khas dalam mengelaborasi perkembangan Ilmu Kimia ke depan, melalui dedikasi berkesinambungan para dosen dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian.
Adapun kuliah umum tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FST UNWIRA, Br. Angelinus Nadut, SVD, S.Si., M.Si, yang juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi lainnya, baik secara daring maupun luring, di antaranya Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang, Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, Universitas Tribuana (UNTRIB) Kalabahi – Alor dan Universidade Católica Timorense (UCT) Timor Leste.














