Inflasi Menghantui NTT, Temukan Solusinya

BPS NTT menggelar konferensi pers tentang Inflasi dan Nilai Tukar Petani.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menggelar konferensi pers tentang Inflasi dan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Senin, (1/7/2024) di Aula Lantai 2 Kantor BPS Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si menyampaikan bahwa pada Juni 2024 di NTT mengalami Deflasi mencapai 0,23%. Penyebab Deflasi adalah kelompok makanan dan minuman sebesar 1,03%, diikuti oleh kelompok kesehatan yang turun 0,1%. Faktor terbesar penurunan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan 0,37%, sedangkan andil dari kelompok kesehatan sangat kecil.

Sedangkan Inflasi di NTT pada bulan Juni 2024 secara year on year sebesar 1,54%. Berdasarkan data, inflasi disebabkan oleh perawat pribadi atau jasa lainnya sebesar 6,03%, diikuti oleh kelompok penyedia makanan minum/restoran 4,14%, dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,07%.

Kepala BPS NTT menambahkan terjadi peningkatan 0,54% pada Bulan Juni 2024 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar.

Masyarakat memiliki peran membantu mengatasi inflasi dengan bijak dalam berbelanja, menghemat energi, menanam pangan sendiri, mengikuti program pemerintah, serta melakukan edukasi dan sosialisasi.