Solusi Cegah Keterlambatan Bahasa Akibat Kecanduan Game Online pada Anak

Anak dan game online menjadi sorotan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Acara Viral NTT kembali hadir dengan membahas topik “Anak dan Game Online” yang dihadiri oleh narasumber Dr. Deford Nasareno Lakapu, MM., CMT sebagai Ketua Esports Indonesia Kota Kupang, dan Dian Lestari Anakaka, S.Psi., M.Psi selaku Psikolog Klinis Rumah Sakit Sejiwa Flobamora. Acara Viral NTT dilaksanakan di Studio Radio TIRILOLOK pada Sabtu,(27/7/2024).

Dalam dialog interaktif, Ketua Esports Indonesia Kota Kupang, Dr. Deford mengatakan Esports umumnya ditujukan untuk usia 16 tahun ke atas, sementara anak-anak di bawah 13 tahun masih dalam tahap pengenalan dan pemberdayaan. Beliau menekankan karakter dalam game dirancang dengan cermat, dan tim riset mampu menganalisis bagaimana karakter tersebut dapat mencerminkan kehidupan nyata pemainnya.

Dr. Deford juga menyampaikan tantangan yang dihadapi orang tua dalam memahami pengaruh game pada anak-anak dan bagaimana generasi Z, yang sudah sangat terbiasa dengan teknologi, mengoperasikan berbagai aplikasi seperti YouTube dan Google dengan mudah.

Ketua Esports Indonesia Kota Kupang berpesan yang berarti game bukanlah ancaman, melainkan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dan membuka peluang ekonomi baru, terutama dalam industri kreatif yang berkembang pesat.

Di sisi lain, Psikolog Klinis Rumah Sakit Sejiwa Flobamora, Dian menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan dalam penggunaan gadget. Dian menegaskan paparan gadget yang berlebihan, terutama pada usia dini, dapat menghambat perkembangan bahasa dan keterampilan sosial anak. Dian menyarankan agar orang tua membatasi penggunaan gadget dan lebih fokus pada interaksi langsung dengan anak-anak untuk mendukung perkembangan mereka.

Dian juga menyoroti game online, meskipun memiliki manfaat dalam penguatan kognisi dan strategi, perlu dibatasi bagi anak-anak yang masih dalam usia rentan. Terutama pada usia di bawah enam tahun, paparan gadget sebaiknya dikurangi untuk mendukung perkembangan bahasa dan keterampilan sosial yang optimal.

Dian berharap agar orang tua lebih memperhatikan penggunaan gadget pada anak-anak untuk mencegah dampak negatif, terutama dalam konteks stunting dan keterlambatan bahasa di Kota Kupang.

Berikut adalah tips untuk mengatasi keterlambatan bahasa yaitu Sering ajak anak berbicara dan tanggapi perkataannya dengan penuh perhatian. Ajukan pertanyaan dan biarkan anak memilih jawabannya, serta bantu anak memahami nama-nama benda. Bacakan cerita secara rutin untuk anak dan batasi penggunaan gadget.