Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kelurahan Kolhua mendukung petani milenial dengan menghadirkan teknologi modern, pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas, memungkinkan mereka untuk mengembangkan pertanian yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
Di Kelurahan Kolhua, tepatnya di RT 27, RW 8, kawasan komunitas penjaga budaya Helong, sektor pertanian memiliki peran yang cukup besar. Di kelompok Tani Sejahtera, mereka mengelola sekitar 10 hektare lahan yang digunakan untuk tanaman pangan, hortikultural, dan lainnya. Pada musim hujan, lahan tersebut biasanya dimanfaatkan untuk menanam padi.
Program Petani Milenial, yang merupakan inisiatif dari Kementerian Pertanian, memberikan pelatihan untuk generasi muda yang tertarik pada pertanian.
Pada Jumat, (7/2/2025), Ketua Komunitas Penjaga Budaya Helong, Rally Mukti Bistolen, melalui wawancara via telepon dengan Radio TIRILOLOK, menjelaskan bahwa potensi yang dikembangkan di wilayah tersebut meliputi budidaya jamur, cabai, paria, bawang, dan lainnya. Kunjungan mereka bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta menjalin kolaborasi dengan petani di Desa Kuimasi. Dengan demikian, mereka berharap dapat mengimplementasikan ilmu tersebut di Kelurahan Kolhua.
Ketua Komunitas Penjaga Budaya Helong menambahkan, di Kelurahan Kolhua, khususnya di komunitas penjaga budaya Helong dan kelompok tanah Sejahtera, banyak pemuda yang terlibat dalam pengelolaan lahan sebagai petani milenial. Hal tersebut membuka peluang sinergi untuk mengembangkan sektor pertanian di Pulau Timor.
Beliau juga menyebutkan bahwa meskipun kecenderungan anak muda untuk menjadikan pertanian sebagai profesi masih sangat minim, mereka terus mengadakan pelatihan, sosialisasi, dan mendatangkan tenaga ahli di bidang pertanian. Pelatihan tersebut melibatkan dinas pertanian setempat untuk pemberdayaan petani milenial yang berkelanjutan.
Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki sektor pertanian yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.














