Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada kebaktian kedua di GMIT Jemaat Betania Camplong pada hari Minggu, (30/3/2025), dipimpin oleh Pandeta Melsy E. Y. Mooy, S.Th., dari Unit Pelaksana Pelayanan Lansia, Pemuda, dan Perempuan.
Dalam khotbah yang diambil dari Kitab Lukas 15:1-10 dengan tema “Mencari dan Menyelamatkan yang Hilang”, Pandeta Melsy menyampaikan bahwa lansia adalah sosok manusia ciptaan Tuhan yang, seiring waktu, rentan dan sering kali kehilangan kepercayaan diri.
Meskipun demikian, lansia bukanlah kelompok yang tidak mampu berkontribusi pada keluarga, masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perlindungan, semangat, dan dorongan emosional kepada lansia, serta memberdayakan mereka sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Pandeta Melsy juga mengingatkan jemaat untuk lebih banyak belajar dari ajaran Tuhan dengan merendah dan memberikan perhatian yang nyata kepada keluarga, khususnya kepada lansia, sehingga mereka dapat hidup sehat, kreatif, dan mandiri, serta tidak merasa minder meskipun sudah lanjut usia.
Setelah kebaktian, dilanjutkan dengan pertemuan antara Panitia Pelayanan Musyawarah Lansia Sinode GMIT dengan panitia local.
Ketua Klasis Fatuleu, Pandeta Merids. J. Nenoliu dalam Suara Gembalanya, menyampaikan mengenai kegiatan musyawarah pelayanan Lansia yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2025.
Ketua Klasis Fatuleu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penghargaan dan kepercayaan luar biasa dari Sinode GMIT kepada Klasis Fatuleu, khususnya jemaat Betania Fatuleu. Oleh karena itu, seluruh jemaat di Klasis Fatuleu akan memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan kegiatan tersebut.
Peserta musyawarah pelayanan akan diikuti oleh 17 klasis, dengan masing-masing klasis mengirimkan 3 orang peserta.














