Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang terus mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan kewirausahaan.
Pembekalan tersebut dinilai penting untuk membangun mental wirausaha sekaligus membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pengurus KSP Kopdit Solidaritas Kupang, Adrianus Mbaku, S.Pd., dalam talkshow kerja sama Radio TIRILOLOK dengan KSP Kopdit Solidaritas Santa Maria Assumpta Kupang yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Sabtu (18/7/2026).
Acara Talkshow mengangkat tema “Pendidikan Kewirausahaan untuk UMKM, Memberikan Solusi Praktis bagi Masyarakat yang Ingin Mandiri Secara Finansial” dengan subtema “UMKM Naik Kelas, Mengubah Usaha Rumahan Menjadi Bisnis Profesional yang Berkelanjutan.”
Dalam dialog tersebut, Adrianus menjelaskan bahwa pendidikan kewirausahaan merupakan proses pembelajaran yang bertujuan membentuk karakter, sikap, dan perilaku seorang wirausaha.
Menurut Adrianus, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh mental dan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan.
“Pendidikan kewirausahaan membentuk karakter seorang pelaku usaha agar memiliki mental yang kuat, disiplin, percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta etos kerja yang tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan, karakter yang baik membantu pelaku UMKM dalam mengelola tekanan, mengendalikan emosi, serta mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai persoalan dalam menjalankan usaha.
Selain penguatan karakter, Adrianus menyebut pendidikan kewirausahaan juga memberikan keterampilan praktis yang dibutuhkan pelaku usaha. Keterampilan tersebut meliputi kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, membangun komunikasi efektif, bekerja sama, hingga mengambil keputusan bisnis.
Menurut Adrianus, pelaku UMKM juga perlu memiliki pemahaman dasar terkait pengelolaan usaha, seperti manajemen keuangan, strategi pemasaran, analisis pasar, serta aspek hukum dalam bisnis.
“Yang pertama harus dibangun adalah mental wirausaha. Ketika mentalnya sudah kuat, kemudian dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, maka pelaku usaha akan lebih siap mengembangkan bisnisnya dengan baik,” ujarnya.
Adrianus menambahkan, pendidikan kewirausahaan yang diberikan KSP Kopdit Solidaritas merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kemandirian ekonomi. Koperasi tidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi anggota.
Melalui program tersebut, anggota mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan usaha, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis.
Ia berharap, pendidikan kewirausahaan dapat melahirkan pelaku UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kita ingin anggota tidak hanya bergantung pada fasilitas pinjaman, tetapi mampu mengelola usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sehingga usahanya dapat berkembang dan memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, KSP Kopdit Solidaritas terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM di Nusa Tenggara Timur.














