BMKG NTT Prediksi Puncak Musim Hujan Januari–Februari 2026, Masyarakat Diimbau Waspada Bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Timur memprediksi bahwa puncak musim hujan di wilayah NTT akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Nusa Tenggara Timur memprediksi bahwa puncak musim hujan di wilayah NTT akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi NTT, Alpin Palute, menyampaikan bahwa curah hujan pada periode tersebut diperkirakan berada di atas normal.

“Curah hujan diprakirakan akan lebih tinggi dari biasanya, terutama saat masa peralihan musim yang cenderung rawan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Senin, 13 Oktober 2025.

BMKG pun telah menyampaikan informasi peringatan dini ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk dukungan dalam upaya mitigasi dan antisipasi di tingkat daerah.

“Kami berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah, dapat meningkatkan kesiapsiagaan guna mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan,” tambah Alpin.

Sebagai informasi tambahan, dilansir dari Gremedia, hujan terjadi akibat proses penguapan air di permukaan bumi oleh panas matahari. Uap air tersebut kemudian naik ke atmosfer, mengalami kondensasi membentuk awan, dan akhirnya jatuh kembali ke bumi sebagai air hujan.