BMKG Sebut Angin Kencang Akan Terjadi Secara Berkala di NTT

Masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari - hari terhadap angin kencang.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Memasuki pertengahan tahun, Kota Kupang kembali dilanda hembusan angin yang cukup kencang. Debu tampak beterbangan di sejumlah ruas jalan, sementara langit terlihat cerah nyaris tanpa awan. Warga pun mulai menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca yang sudah menjadi bagian dari siklus tahunan.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, pada Sabtu (19/7/2025), melalui via telepon, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa angin kencang biasanya berlangsung secara berkala. Dalam satu periode, hembusan bisa terjadi selama sekitar satu minggu, kemudian mereda, dan kembali aktif setelah satu hingga dua minggu. Siklus angin kencang dapat berlangsung selama tiga hingga empat bulan, meskipun tidak setiap hari terjadi angin kencang.

Beberapa hari terakhir, angin mulai mereda di wilayah Kota Kupang, namun di daerah seperti Sabu Raijua, angin kencang masih terasa. Fenomena disebabkan oleh pengaruh angin muson timur atau dikenal juga sebagai muson Australia, yang setiap tahun membawa udara kering dari Benua Australia ke wilayah selatan Indonesia.

Menurut Sti Nenotek, wilayah yang paling terdampak oleh musim angin kencang meliputi bagian selatan Pulau Timor, termasuk Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Belu, serta wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Laut Timor.

Selain itu, Pulau Rote, Sabu, bagian selatan Pulau Sumba, serta wilayah barat Manggarai Barat juga ikut terdampak.

Khusus di Manggarai Barat, angin dipengaruhi oleh posisi geografis kawasan barat yang dikelilingi oleh gugusan pulau kecil di sekitar Pulau Flores, termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk memperkuat bangunan tempat tinggal, mengamankan barang-barang di sekitar rumah, serta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG untuk menghindari risiko kerusakan atau gangguan akibat cuaca ekstrem.