BPS NTT Gelar Edukasi Statistik

Literasi Indikator Ekonomi.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mengadakan kegiatan Edukasi Statistik dengan bertajuk “Literasi Indikator Ekonomi” pada Kamis, (28/11/2024), di Lantai 2 Ruang Aula BPS NTT, yang beralamat di Jl. R. Suprapno Nomor 5, Oebobo, Kota Kupang.

Kegiatan Edukasi Statistik dibuka oleh Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale. Dalam sambutannya, Kepala BPS NTT menyampaikan bahwa statistik membantu dalam pengambilan keputusan yang berbasis data, bukan hanya mengandalkan intuisi atau asumsi. Statistik juga memberikan landasan yang kuat dalam pembuatan kebijakan berbasis data.

Selanjutnya, tiga narasumber membawakan materi dengan dipandu oleh moderator Liguori Ledhe.

Fariz Fathul Hakim membahas tentang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan lapangan usaha dalam ekonomi regional. Fariz menjelaskan terkait pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang memerlukan produksi yang lebih besar. Fenomena tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Diah Mekita Sari, S.Tr., Stat, membawakan materi tentang “Memaknai Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Mekita mengungkapkan pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak dilihat sebagai tujuan akhir dari pembangunan. Pembangunan harus dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meskipun pertumbuhan ekonomi tinggi, maka tidak dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga masalah sosial seperti kemiskinan, ketidakmampuan untuk mengakses pendidikan, dan masalah kesehatan tetap ada.

Chandra Rinaldy Mbura, S.Tr., Stat, membawakan materi tentang potret ekonomi daerah dari sisi PDRB pengeluaran. Chandra mengatakan nilai tambah dalam proses produksi suatu wilayah mencerminkan keadaan ekonomi dari sisi produksi. Dari sisi pengeluaran, PDRB mengukur besarnya penggunaan akhir seluruh barang dan jasa yang tercipta dalam suatu wilayah selama periode tertentu. Konsumsi akhir menjadi kunci utama dalam pemahaman materi tersebut.

Struktur ekonomi NTT didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, sementara dari sisi pengeluaran, ekonomi NTT didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga.