Buku Karya Maria Matildis Banda Bahas Kehidupan Nelayan Lamalera

Buku setebal 482 halaman tersebut dinilai cocok bagi pembaca yang menyukai narasi panjang dan pembahasan mendalam.

Radio Radio TIRILOLOK menggelar program Bicara Buku Buku Bicara (B4) bertajuk Suara Samudra Catatan dari Lamalera, karya Maria Matildis Banda, pada Minggu, (24/5/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Theresia A. M. B. Kewuan dari Siswi SMA Katolik Giovanni Kupang yang membahas isi buku sekaligus tradisi penangkapan paus.

Dalam dialog interaktif, Theresia menjelaskan bahwa buku tersebut terdiri atas enam hingga tujuh bab dengan lima sampai enam subbab di setiap bagian.

Buku setebal 482 halaman tersebut dinilai cocok bagi pembaca yang menyukai narasi panjang dan pembahasan mendalam.

Pembahasan utama buku berfokus pada tradisi penangkapan paus oleh masyarakat Lamalera yang dikenal dengan nama Leva Nuang. Tradisi tersebut berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir di Pulau Lembata.

Tradisi Leva Nuang berlangsung setiap Mei hingga Oktober. Pembukaan musim penangkapan diawali misa yang bertepatan dengan peringatan arwah para nelayan yang gugur di laut.

Sebelum musim penangkapan dimulai, masyarakat Lamalera juga mengadakan ritual pemanggilan paus. Ritual tersebut dipercaya membawa keberkahan dan hasil tangkapan melimpah selama musim melaut.

Seluruh masyarakat Lamalera turut terlibat dalam tradisi tersebut, mulai dari nelayan, perempuan, hingga anak-anak. Tradisi Leva Nuang tidak sekadar berkaitan dengan aktivitas menangkap paus, melainkan juga memuat nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan warga.

Selain upacara pembukaan, masyarakat Lamalera menggelar ritual penutupan sebagai bentuk syukur atas hasil laut dan keselamatan selama musim penangkapan berlangsung.

Dilansir dari Wikipedia, tradisi penangkapan paus di Nusa Tenggara Timur dikenal dengan nama Baleo atau Leva Nuang yang berpusat di Desa Lamalera, Pulau Lembata.