Oelamasi, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi, di Aula Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Kamis (15/10/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Peternakan dengan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan UNDANA untuk meningkatkan kompetensi tenaga inseminator dan produktivitas peternakan sapi.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa Kabupaten Kupang memiliki potensi peternakan yang besar dan perlu didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia yang terampil agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
“Kita memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. Tetapi, kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memaksimalkan potensi tersebut sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya
Menurutnya, pengembangan peternakan tidak hanya berfokus pada jumlah ternak, tetapi juga peningkatan kualitas genetik dan produktivitas. Karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi diperlukan agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya memiliki potensi, tetapi harus mampu mengelolanya dengan baik. Ilmu dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi harus bisa diterapkan di tengah masyarakat sehingga peternak kita dapat menghasilkan ternak yang berkualitas dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Bupati juga meminta agar pelatihan tersebut menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi peternak.
“Kerja sama ini harus memberikan dampak nyata. Ilmu yang diperoleh jangan hanya berhenti dalam kegiatan pelatihan, tetapi harus dibawa ke lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UNDANA, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas kepercayaan yang diberikan kepada Undana untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah mempercayakan Undana untuk bersama-sama membangun daerah. Kerja sama seperti ini penting agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, pengembangan peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur memiliki peluang besar untuk mendukung perekonomian daerah. Untuk itu, peningkatan kualitas ternak perlu berjalan seiring dengan penyiapan sumber daya manusia dan pengembangan usaha peternakan.
“Bukan hanya sapinya yang harus kita siapkan, tetapi juga sumber daya manusia dan dukungan lainnya. Dengan persiapan yang baik, potensi peternakan dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” jelasnya.
Selain itu, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan UNDANA juga sedang menyempurnakan inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk memperkirakan bobot sapi melalui analisis citra kamera.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu peternak mengukur bobot ternak secara lebih efisien, sementara data populasi sapi menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pengembangan peternakan.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Kupang dan UNDANA memperkuat upaya peningkatan kualitas genetik ternak, kapasitas tenaga inseminator, dan produktivitas peternakan sapi sebagai bagian dari pembangunan menuju Kabupaten Kupang Emas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Feprianto Salukh, Kepala Dinas Perhubungan Frits Kuhurima, para dosen, mahasiswa, dan peserta pelatihan.














