Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Umat Katolik dengan khidmat mengikuti Ibadat Jalan Salib di Gereja Katolik Santa Maria Assumpta, Kupang, pada Jumat, (18/4/2025). Ibadat Jalan Salib dipimpin oleh Romo Dr. Florens Maxi Un Bria.
Dalam homilinya, Romo Dr. Florens Maxi Un Bria menyampaikan refleksi mendalam tentang makna pengorbanan dan ketaatan. Tuhan Yesus menggambarkan sosok yang rela menjalani penderitaan sebagai bentuk kesetiaan kepada kehendak Allah. Meskipun menghadapi penolakan dan penderitaan, keteguhan hati tetap dijaga demi menunjukkan bahwa kebenaran harus ditegakkan meski melalui jalan yang berat.
Perjalanan menuju akhir hidup dijalani dalam kesedihan yang mendalam, namun justru di sanalah muncul keberanian sejati. Dalam penderitaan tersebut, Tuhan Yesus rela menghadapi hukuman mati demi menebus dosa umat manusia.
Pengorbanan itu menjadi bukti nyata kasih yang sempurna. Melalui penderitaan yang dijalani, manusia diundang untuk merenungkan nilai ketaatan dan kasih yang tanpa syarat. Dalam pengorbanan itu pula, kasih ilahi dinyatakan sepenuhnya, sebagai bentuk ketaatan terakhir kepada kehendak Allah.
Pada perayaan Jumat Agung, warna liturgi yang digunakan adalah merah, yang melambangkan kekuatan Roh Kudus serta makna pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.














