Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT menyelenggarakan kegiatan Duduk Ba’omong Perekonomian NTT 2024 pada Selasa, (19/11/2024), di Lantai 3 Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) NTT. Kegiatan Duduk Ba’omong Perekonomian NTT mengangkat tema “Strategi Optimalisasi Sumber Ekonomi Baru dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTT.”
Acara Duduk Ba’omong Perekonomian NTT menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Prof. Dr. Bustanul Arifin sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia; Prof. Ir. Fredrik L. Benu selaku Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang; dan Dendi Ramdani, Ph.D., yang menjabat Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri. Serta dipandu oleh Moderator Dewi Leba, SH., M.Ikom.
Duduk Ba’omong Perekonomian NTT 2024 dibuka oleh Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto.
Dalam sesi dialog interaktif, Prof. Dr. Bustanul Arifin mengungkapkan bahwa sektor pertanian di NTT masih tumbuh sedang dengan angka 3,66 persen, yang dianggap belum cukup tinggi. Beliau menekankan pentingnya mencari sumber-sumber pertumbuhan baru untuk lima tahun ke depan. Meskipun sektor pertanian memiliki kontribusi besar, pertumbuhannya masih terlalu kecil dan membutuhkan inovasi untuk bisa berkembang lebih pesat.
Sementara itu, Prof. Ir. Fredrik L. Benu memberikan pandangan tentang kesiapan sumber daya dan produksi daerah untuk bersaing. Guru Besar Ekonomi Pertanian UNDANA persaingan tidak bisa dihindari jika wilayah terbuka untuk pasar global. Tanpa kesiapan yang cukup, produk dari luar akan lebih mendominasi dan menghambat perkembangan sektor lokal, meskipun infrastruktur terus diperbaiki.
Dendi Ramdani, Ph.D., menyampaikan analisis pola pertumbuhan sektoral di NTT. Beliau mencatat beberapa sektor-sektor dengan pertumbuhan paling tinggi antara lain mobilitas, akomodasi dan restoran, serta transportasi.
Struktur ekonomi NTT didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang menyumbang sebesar 28,88 persen terhadap perekonomian daerah.













