Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Warga Bakunase antusias menyambut Festival Seni dan Budaya Multi Etnis NTT bertajuk Bakunase Event Bangkit untuk Jaya (Be Baja) yang resmi dibuka oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Rabu, (5/11/2025), di Lapangan Mini Bakunase.
Tujuan utama festival ini adalah menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus mempererat persatuan warga,” ujarnya. “Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menampilkan hasil karya dan kreativitas mereka, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Wilhelmus menerangkan, tema Be Baja diambil dari dialek lokal yang berarti kuat seperti baja, menggambarkan semangat kebangkitan dan kebersamaan warga Bakunase dalam membangun lingkungan yang lebih maju. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang menurutnya mencapai lebih dari 75 persen, baik melalui keikutsertaan langsung maupun dukungan sukarela.
Menanggapi isu di media sosial terkait penggalangan dana, Wilhelmus menegaskan bahwa proposal kegiatan tersebut hanyalah permohonan dukungan, bukan pungutan wajib. “Sebagian besar warga justru memberikan dukungan secara sukarela karena merasa bangga terhadap kegiatan budaya di wilayahnya,” ujarnya menegaskan.
Festival yang digelar selama dua hari ini menghadirkan kolaborasi berbagai komunitas dan kelompok etnis di Kupang, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat gotong royong masyarakat Bakunase.














