Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Festival Budaya Manulai II resmi digelar di halaman Kantor Lurah Manulai II, Kamis (1/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Lestarikan Budaya, Tingkatkan Wawasan dan Raih Prestasi” dan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan dibuka Camat Kota Raja, Amramsius Yolah, S.Sos., mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.
Amramsius mengatakan Festival Budaya Manulai II menjadi wadah untuk melestarikan budaya leluhur sekaligus memperkuat interaksi masyarakat dengan pelaku UMKM.
“Festival ini untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya leluhur. Di sisi lain, ada interaksi masyarakat dan UMKM yang diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal budaya secara langsung, bukan hanya melalui media sosial.
“Budaya adalah identitas. Lewat event ini, anak-anak muda bisa melihat, merasakan, dan mengalami langsung bagaimana budaya hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Lurah Manulai II, Wilhelmus Tuan, S.P., mengatakan Festival Budaya Manulai II tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, tetapi juga berbagai kegiatan sosial.
Rangkaian kegiatan meliputi sunatan massal yang diikuti 20 peserta, pemeriksaan jantung gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Festival juga menampilkan keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur, seperti budaya Rote, Sabu, Timor, dan Flores.
Berbagai perlombaan turut digelar, di antaranya fashion show berbahan daur ulang, lomba ikat selimut bapak antar-RW, lomba bersiul ibu, dan tarian bonet.
Anggota DPRD Kota Kupang, Esy Meliana Bire, S.Sos., mendorong agar Festival Budaya Manulai II terus dikembangkan karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat persatuan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi terus memberikan manfaat bagi masyarakat.














