Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pantai Oesapa dilanda gelombang tinggi pada Rabu (25/3/2026), menyebabkan aktivitas nelayan setempat terhenti. Kondisi laut dilaporkan berubah drastis sejak pagi hingga sore hari, sehingga memicu kekhawatiran warga pesisir.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, seorang nelayan bernama Ryan mengatakan gelombang laut saat ini berada dalam kondisi tinggi dan berbahaya. “Gelombang sedang tinggi, jadi kami tidak bisa melaut,” ujarnya.
Akibat cuaca ekstrem tersebut, sejumlah nelayan terpaksa menarik kapal mereka ke darat guna menghindari kerusakan lebih lanjut. Namun, tidak semua kapal berhasil diamankan. Tali pengikat beberapa perahu dilaporkan putus, sehingga kapal terdampar dan menghantam bebatuan.
Sedikitnya dua kapal mengalami kerusakan akibat diterjang ombak besar. Bahkan, beberapa unit perahu dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tenggelam.
Kondisi ini turut berdampak pada pasokan ikan di pasar tradisional. Berkurangnya aktivitas melaut menyebabkan ketersediaan ikan menurun. Nelayan memperkirakan pasokan akan kembali normal setelah kondisi cuaca membaik.
Biasanya, nelayan di kawasan tersebut berangkat melaut sekitar pukul 17.00 WITA dan kembali pada pagi hari. Hasil tangkapan kemudian langsung dijual kepada pembeli di lokasi pendaratan sebelum dipasarkan lebih luas.
Saat ini, nelayan masih terus memantau perkembangan cuaca sebelum kembali melaut. Cuaca laut menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan aktivitas penangkapan ikan di wilayah Pantai Oesapa.














